Airlangga Tekankan Ketahanan Pangan dan Energi 2026 di Tengah Ketidakpastian Global
Ininih.com
Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional di tengah ketidakpastian global. Strategi ini didorong melalui diversifikasi pasokan energi dari Nigeria dan Gabon, serta optimalisasi kebijakan biodiesel yang dinilai mampu menekan ketergantungan impor dan menjaga stabilitas ekonomi.
Pada sektor energi, program biodiesel B40 terbukti memberikan penghematan devisa signifikan dan menjadi fondasi menuju peningkatan campuran ke B50. Langkah ini diposisikan sebagai upaya memperkuat kedaulatan energi nasional sekaligus menjaga ketahanan di tengah volatilitas pasar global.
Di sektor pangan, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp164,4 triliun pada 2026 untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan. Dukungan ini mencakup penguatan produksi domestik, distribusi, serta cadangan strategis. Stok beras nasional yang tinggi dan kapasitas produksi pupuk yang surplus menjadi indikator kesiapan sistem pangan dalam menghadapi tekanan eksternal.
Secara makro, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tetap berada di atas 5% pada 2026, dengan proyeksi peningkatan daya saing nasional. Kombinasi kebijakan pangan dan energi ini diposisikan sebagai fondasi utama untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.
Slug
airlangga-ketahanan-pangan-energi-2026
Keyword
Airlangga Hartarto, ketahanan pangan 2026, ketahanan energi Indonesia, biodiesel B40, ekonomi Indonesia, Nigeria Gabon energi
Meta Deskripsi
Airlangga menegaskan strategi ketahanan pangan dan energi 2026 melalui anggaran Rp164,4 triliun, biodiesel B40, dan diversifikasi pasokan energi.
