Pakistan Buka Koridor Dagang ke Iran, Jalur Alternatif di Tengah Tekanan Global
Pakistan Buka Koridor Dagang ke Iran, Jalur Alternatif di Tengah Tekanan Globaninih.com –
Pakistan resmi memberlakukan aturan “Transit of Goods through Territory of Pakistan Order 2026” pada 25 April 2026. Kebijakan ini membuka jalur transit darat bagi barang dari negara ketiga menuju Iran melalui wilayah Pakistan.
Langkah ini muncul di tengah gangguan rantai pasok global, terutama akibat ketegangan di kawasan Teluk yang memengaruhi jalur pelayaran utama seperti Selat Hormuz. Akibatnya, distribusi barang ke Iran mengalami hambatan serius.
Pemerintah Pakistan menetapkan enam rute darat utama yang menghubungkan pelabuhan Karachi, Port Qasim, dan Gwadar dengan perbatasan Iran, termasuk Gabd dan Taftan. Dari seluruh jalur tersebut, rute Gwadar–Gabd menjadi yang paling strategis karena jaraknya hanya sekitar 89 kilometer.
Efisiensi rute ini signifikan.
Waktu tempuh dapat dipangkas hingga 87 persen, sementara biaya logistik turun sekitar 45 hingga 55 persen dibandingkan jalur konvensional dari Karachi.
Kebijakan ini juga dipicu oleh penumpukan lebih dari 3.000 kontainer tujuan Iran di Pelabuhan Karachi. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan nyata pada sistem distribusi akibat ketidakstabilan kawasan.
Secara strategis, Pakistan memanfaatkan posisinya sebagai jalur penghubung darat untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok regional. Sementara bagi Iran, koridor ini menjadi alternatif penting untuk menjaga arus perdagangan tetap berjalan di tengah tekanan eksternal.
Arah kebijakan ini sederhana: ketika jalur utama terganggu, jalur alternatif menjadi kekuatan baru. Negara yang menguasainya otomatis naik posisi.
pakistan-buka-koridor-dagang-iran-2026
koridor Pakistan Iran, transit barang Pakistan, Gwadar Iran, logistik global, perdagangan Iran
Pakistan resmi membuka koridor transit darat ke Iran mulai 25 April 2026 untuk mengatasi gangguan logistik dan tekanan geopolitik kawasan.
