Mei 25, 2026

IAEA Kembali Masuk Iran: Inspeksi Nuklir Diperketat di Tengah Kebuntuan Diplomatik

73941508_1005

ininih.com – International Atomic Energy Agency akan kembali mengirim tim pemantau ke Iran setelah kesepakatan teknis pada 12 April 2026 untuk memulihkan sebagian akses inspeksi nuklir.

Langkah ini mencakup penyambungan kembali kamera pemantauan di sejumlah fasilitas serta peningkatan intensitas inspeksi. Kepala IAEA, Rafael Grossi, menyebut keputusan ini penting untuk menghentikan “kekosongan data” yang terjadi sejak akses dibatasi.

Namun, situasi di lapangan belum sepenuhnya pulih. Hingga akhir April 2026, IAEA masih belum bisa melakukan inspeksi fisik di kompleks nuklir Isfahan, yang diyakini menyimpan sebagian besar dari sekitar 11 ton uranium yang telah diperkaya. Verifikasi hanya mengandalkan citra satelit, tanpa kepastian kondisi segel pengawasan sebelumnya.

Di sisi lain, kekhawatiran internasional meningkat setelah terdeteksi partikel uranium dengan tingkat pengayaan hingga 83,7% di fasilitas Fordo—mendekati ambang 90% untuk senjata nuklir. Sebagai respons, Iran menyetujui peningkatan inspeksi hingga 50% di lokasi tersebut.

Kondisi ini berlangsung di tengah kebuntuan diplomatik yang lebih luas. Joint Comprehensive Plan of Action dinilai tidak lagi relevan sebagai dasar perjanjian baru, mengingat perkembangan program nuklir Iran yang jauh melampaui kondisi saat kesepakatan itu dibuat.

Pemerintah Iran sendiri menegaskan bahwa kerja sama dengan IAEA tetap berjalan, tetapi harus bersifat teknis dan tidak dijadikan alat tekanan politik. Di saat yang sama, dinamika global—termasuk tarik-menarik kepentingan negara besar—ikut memperumit proses negosiasi dan pengawasan.

Dalam konteks ini, peran IAEA menjadi krusial. Tanpa akses inspeksi yang konsisten dan verifikasi langsung, setiap kesepakatan internasional berisiko kehilangan kredibilitas. Sidang Dewan Gubernur IAEA mendatang akan menjadi penentu arah berikutnya, termasuk kemungkinan langkah politik dari negara-negara Barat terhadap Iran.


iaea-inspeksi-iran-2026-nuklir-isfahan-fordo

iaea iran 2026, inspeksi nuklir iran, uranium 83 persen, fordow isfahan, krisis nuklir iran

IAEA kembali mengirim tim ke Iran setelah kesepakatan inspeksi baru. Namun akses ke fasilitas utama masih terbatas di tengah kekhawatiran pengayaan uranium tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *