Demo Ojol di Monas: Tuntut Potongan 10% dan Kepastian Status Kerja
ininih.com – Tidak ada laporan mogok massal pengemudi online di London dan New York pada 1 Mei 2026. Aksi nyata justru terjadi di Jakarta, sekitar 1.000 pengemudi yang tergabung dalam Garda Indonesia berdemonstrasi di kawasan Monas, menuntut regulasi baru soal pembagian pendapatan.
Inti tuntutan adalah skema bagi hasil maksimal 10% untuk perusahaan aplikasi. Desakan ini diarahkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar segera menerbitkan Peraturan Presiden yang mengatur hubungan kerja di sektor transportasi daring.
Masalah utamanya bersifat struktural. Secara hukum, pengemudi masih dikategorikan sebagai mitra independen berdasarkan regulasi ketenagakerjaan dan transportasi. Namun praktik di lapangan menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap platform, mulai dari algoritma, tarif, hingga sistem insentif.
Data yang muncul memperlihatkan kesenjangan:
Potongan aplikasi disebut bisa mendekati 50% menurut pengemudi, meski aturan resmi membatasi sekitar 20%
Sekitar 7 juta pengemudi terdaftar, dengan 6 juta tidak menerima Bonus Hari Raya 2026
Pendapatan rata-rata sekitar Rp100.000 per hari, di bawah standar upah minimum Jakarta
Serikat pekerja menilai hubungan kerja sebenarnya sudah memenuhi unsur pekerjaan, perintah, dan upah, sehingga status kemitraan dianggap tidak relevan dengan kondisi nyata.
Rancangan Perpres yang sedang dibahas mencakup pembagian 90:10, jaminan sosial penuh, serta hak dasar seperti berserikat dan perlindungan kerja. Namun regulasi ini belum disahkan, sehingga ketidakpastian terus berlanjut.
Dampak langsung:
Jutaan pengemudi tidak mendapat hak normatif seperti upah minimum, jaminan sosial penuh, dan perlindungan kerja
Bonus yang ada dinilai tidak merata karena syarat ketat
Perubahan status berpotensi menambah beban biaya besar bagi perusahaan aplikasi
Kesimpulan: Ini bukan sekadar aksi satu hari. Ini konflik sistem antara model bisnis platform dan hak dasar pekerja yang belum selesai.
demo-ojol-monas-status-kerja-potongan-2026
ojol indonesia, demo driver ojol, potongan aplikasi 10 persen, status mitra vs karyawan, regulasi ojol
Aksi pengemudi ojol di Jakarta menuntut pembatasan potongan aplikasi dan kepastian status kerja, menyoroti konflik struktural antara model kemitraan dan hak pekerja.
