Workshop Deep Learning Digelar di Tasikmalaya, Fokus pada Transformasi Pembelajaran
ininih.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Komisi X DPR RI menggelar Workshop Transformasi Pembelajaran Berbasis Teknologi pada 1 Mei 2026 di Tasikmalaya. Kegiatan ini menekankan pendekatan Deep Learning sebagai upaya meningkatkan kualitas interaksi belajar di kelas.
Acara berlangsung di Ballroom Hotel Horison dan diikuti ratusan guru serta tenaga kependidikan. Fokus utama diarahkan pada penguatan karakter, etika digital, dan efektivitas metode mengajar.
Pendekatan yang dibawa bukan kurikulum baru, tetapi cara mengajar:
- Deep Learning diposisikan sebagai metode, bukan sistem pendidikan baru
- Fokus pada olah pikir, olah rasa, dan olah raga dalam proses belajar
- Peran guru tetap menjadi pusat, bukan digantikan teknologi
Arahan utama pemerintah menekankan bahwa transformasi pendidikan dimulai dari kelas, bukan dari anggaran atau teknologi semata.
Namun terdapat batasan yang terlihat:
- Skala masih terbatas pada satu daerah
- Belum ada indikator hasil terukur dari pelatihan
- Materi masih bersifat konseptual
Rencana lanjutan mulai diarahkan ke model pelatihan campuran:
- Format blended learning untuk efisiensi dan jangkauan lebih luas
- Dukungan anggaran akan dikawal oleh DPR
Struktur isu:
- Kebutuhan adaptasi terhadap teknologi
- Kapasitas guru belum merata
- Implementasi belum terukur
Kesimpulan: Ini langkah awal adaptasi pendidikan terhadap era AI, tetapi masih berada pada tahap konsep. Nilai utamanya ada pada arah kebijakan, bukan hasil langsung.
workshop-deep-learning-tasikmalaya-2026
deep learning pendidikan, pelatihan guru indonesia, transformasi pembelajaran, teknologi pendidikan, kemendikdasmen
Workshop di Tasikmalaya menandai upaya awal pemerintah mendorong pendekatan pembelajaran berbasis teknologi, meski implementasi dan dampaknya masih terbatas.
