Mei 25, 2026

Korea Selatan Kaji Proposal AS di Selat Hormuz Usai Insiden Kapal HMM Namu

zWLEcsteks

ininih.com Pemerintah Korea Selatan menyatakan masih mengkaji proposal Amerika Serikat terkait pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz dan belum mengambil keputusan untuk bergabung dalam operasi tersebut

Pernyataan ini disampaikan pada Selasa 5 Mei 2026 dengan menekankan bahwa kebijakan akan didasarkan pada prinsip kebebasan navigasi dan keselamatan jalur laut internasional sesuai hukum internasional

Keputusan juga mempertimbangkan kesiapan militer di Semenanjung Korea, prosedur hukum domestik, serta hubungan aliansi jangka panjang dengan Amerika Serikat

Langkah ini muncul setelah insiden ledakan dan kebakaran pada kapal kargo HMM Namu pada Senin malam 4 Mei 2026 di lepas pantai Umm Al Quwain, Uni Emirat Arab

Ledakan terjadi di ruang mesin sisi kiri dan kebakaran berlangsung sekitar empat jam sebelum berhasil dipadamkan oleh awak kapal, dengan seluruh 24 awak dilaporkan selamat

Kapal tersebut kini dalam kondisi tidak dapat beroperasi dan direncanakan akan ditarik menuju Pelabuhan Dubai, sementara penyebab insiden masih dalam penyelidikan antara kemungkinan faktor internal atau eksternal

Di tengah ketegangan kawasan, tercatat sebanyak 26 kapal berbendera Korea Selatan masih terjebak di Selat Hormuz dengan total 123 awak kapal, serta 37 pelaut Korea Selatan lainnya berada di kapal berbendera asing

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mendorong Korea Selatan untuk bergabung dalam operasi “Project Freedom” yang bertujuan mengawal kapal-kapal keluar dari kawasan tersebut, dengan melibatkan sekitar 15.000 personel militer dan lebih dari 100 pesawat

Namun, pemerintah Korea Selatan menegaskan belum berkomitmen pada perubahan kebijakan dan akan melakukan peninjauan secara cermat sebelum mengambil langkah lanjutan

Selain opsi bergabung, Korea Selatan juga melakukan komunikasi dengan negara-negara seperti Inggris dan Prancis untuk mendukung upaya pembukaan kembali jalur pelayaran secara multilateral

Pengiriman kapal perang disebut sebagai opsi terakhir karena memerlukan persetujuan Majelis Nasional, mengingat kawasan tersebut dikategorikan sebagai zona konflik aktif

korsel-kaji-proposal-as-selat-hormuz-hmm-namu-2026

Korea Selatan, Selat Hormuz, HMM Namu, Project Freedom, Donald Trump, keamanan maritim

Korea Selatan masih mengkaji proposal AS di Selat Hormuz setelah insiden kapal HMM Namu dan belum memutuskan untuk bergabung dalam operasi militer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *