Juni 3, 2026

Hadi meninggal Riyadh, Akhiri Pengasingan Panjang Eks Presiden Yaman

1779969592_a5176b9b29ffdbc40cd0

Hadi meninggal Riyadh pada Kamis 28 Mei 2026 setelah mantan Presiden Yaman itu hidup bertahun-tahun dalam pengasingan di Arab Saudi sejak perang saudara Yaman meledak pada 2015. Abd-Rabbu Mansour Hadi dilaporkan meninggal dunia pada usia 80 tahun di kediamannya di ibu kota Saudi setelah mengalami krisis kesehatan mendadak.

Kematian Hadi menutup salah satu bab paling panjang dan paling kontroversial dalam sejarah modern Yaman. Selama hampir satu dekade, namanya melekat pada pemerintahan Yaman yang diakui internasional tetapi kehilangan kendali atas sebagian besar wilayah negara akibat perang saudara, intervensi regional, dan bangkitnya kelompok Houthi yang didukung Iran.

Hadi lahir pada 27 Februari 1945 dan lama menjadi bagian penting elite politik Yaman. Ia menjabat sebagai wakil presiden sejak 1994 sebelum akhirnya naik menjadi presiden pada 2012 setelah pengunduran diri Ali Abdullah Saleh di tengah tekanan Arab Spring.

Namun kepemimpinan Hadi sejak awal menghadapi krisis legitimasi dan keamanan. Ia terpilih dalam pemungutan suara dengan calon tunggal di tengah situasi transisi politik yang rapuh. Ketidakstabilan ekonomi, konflik sektarian, dan perebutan kekuasaan membuat pemerintahannya semakin lemah.

Situasi memburuk drastis ketika kelompok Houthi berhasil merebut ibu kota Sanaa dan memaksa pemerintahan Hadi melarikan diri dari pusat kekuasaan. Pada Maret 2015, Hadi kabur dari Yaman melalui jalur laut ketika pasukan Houthi bergerak menuju Aden.

Sehari kemudian ia tiba di Riyadh, dan Arab Saudi langsung meluncurkan operasi militer besar-besaran untuk mendukung pemerintahannya. Perang kemudian berubah menjadi konflik regional yang melibatkan Iran, koalisi Teluk, kelompok milisi lokal, serta berbagai kepentingan internasional.

Meski secara formal masih diakui sebagai presiden Yaman selama bertahun-tahun, pengaruh Hadi terus melemah. Pemerintahannya sebagian besar dijalankan dari pengasingan di Arab Saudi, sementara kondisi di Yaman memburuk menjadi salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia.

Perang berkepanjangan menghancurkan infrastruktur, memicu kelaparan massal, serta memperbesar fragmentasi politik di Yaman. Dalam praktiknya, wilayah negara terpecah ke berbagai kelompok bersenjata dan pemerintahan lokal yang saling bersaing.

Pada April 2022, Hadi akhirnya menyerahkan kekuasaan kepada dewan kepemimpinan presiden yang dibentuk melalui dukungan Saudi dan sekutunya. Langkah tersebut dipandang sebagai upaya Riyadh merestrukturisasi kubu anti-Houthi setelah bertahun-tahun perang tanpa kemenangan jelas.

Sejak saat itu, laporan mengenai kondisi Hadi semakin jarang muncul ke publik. Beberapa sumber menyebut ia hidup dalam pembatasan ketat di Riyadh dan praktis tidak lagi memiliki pengaruh politik langsung terhadap perkembangan konflik Yaman.

Kematian Hadi terjadi ketika situasi Timur Tengah kembali berada dalam ketegangan tinggi akibat konflik AS-Iran dan meningkatnya risiko keamanan regional. Yaman sendiri masih belum sepenuhnya stabil meski intensitas perang menurun dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Kelompok Houthi tetap mempertahankan pengaruh besar di sebagian wilayah utara Yaman, sementara proses perdamaian nasional berjalan lambat dan penuh ketidakpastian. Fragmentasi politik yang diwariskan perang selama bertahun-tahun membuat pembentukan pemerintahan stabil masih menjadi tantangan besar.

Wafatnya Hadi juga menjadi simbol berakhirnya generasi kepemimpinan Yaman yang lahir dari kompromi politik pasca-Arab Spring tetapi gagal mencegah negara itu jatuh ke perang berkepanjangan. Dalam konteks geopolitik Timur Tengah, krisis Yaman memperlihatkan bagaimana konflik lokal dapat berubah menjadi arena perebutan pengaruh regional dan internasional.

Jika proses politik Yaman terus stagnan, kekosongan kepemimpinan pasca-era Hadi justru berpotensi memperpanjang fragmentasi negara dan menjaga Yaman tetap menjadi salah satu titik rawan paling kompleks di kawasan Arab.

Internal link:
“gencatan senjata AS-Iran” — /konflik-dunia/gencatan-senjata-as-iran-rapuh-2026/

“blokade Selat Hormuz” — /konflik-dunia/selat-hormuz-blokade-krisis-maritim-mei-2026/

“ekonomi Timur Tengah” — /ekonomi-global/ekonomi-timur-tengah-tekanan-konflik-energi-2026/

“pengungsi Lebanon” — /konflik-dunia/pengungsi-lebanon-generasi-terbuang-2026/

“krisis Lebanon” — /konflik-dunia/ekonomi-lebanon-anjlok-konflik-2026/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *