Juli 18, 2026

Iran Target Pangkalan AS di Yordania dalam Serangan Balasan, Klaim Hancurkan Depot Bahan Bakar

CjkinzN000025_20260713_CBMFN0A001.jpg

Gardu Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menghancurkan depot bahan bakar dan amunisi di Pangkalan Udara Pangeran Hassan di Yordania, yang juga digunakan oleh pasukan Amerika Serikat. Serangan ini merupakan bagian dari gelombang serangan balasan yang lebih luas yang dilancarkan Tehran sebagai respons atas operasi militer AS dan Israel terhadap Iran .

IRGC menyatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi negara pada Sabtu malam (11/7/2026) bahwa serangan itu berhasil menghantam target-target strategis dengan presisi tinggi. Mereka memperingatkan bahwa jika agresi berlanjut, pangkalan-pangkalan lain yang menjadi pusat operasi musuh di kawasan tersebut akan menjadi sasaran berikutnya.

Pernyataan Yordania dan Keterlibatan AS

Menanggapi klaim Iran, Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, mengatakan bahwa negaranya akan menyelidiki laporan mengenai serangan terhadap pangkalan tersebut. Safadi menegaskan bahwa Yordania tidak akan mentolerir setiap upaya yang mengancam keamanan dan stabilitasnya . Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari AS atau Yordania mengenai tingkat kerusakan atau korban jiwa yang ditimbulkan.

Pangkalan Udara Pangeran Hassan, yang terletak di timur laut Yordania, merupakan fasilitas penting yang digunakan oleh pasukan koalisi pimpinan AS untuk melawan kelompok militan di Irak dan Suriah. Fasilitas ini juga menjadi salah satu titik logistik utama bagi operasi militer AS di kawasan tersebut . Jika klaim Iran terbukti benar, serangan ini akan menjadi eskalasi besar dalam konflik regional yang semakin meluas, karena secara langsung menargetkan aset militer AS di negara sekutu .

Peran Israel dan Eskalasi Lebih Luas

Israel sendiri telah menyatakan bahwa mereka tidak akan tinggal diam. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa jika Iran menyerang Israel, negaranya akan membalas dengan “serangan yang sangat kuat” dan telah menyiapkan target-target di Iran sebagai bagian dari operasi pembalasan yang direncanakan . Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga telah menyatakan bahwa mereka dalam siaga penuh dan siap meluncurkan operasi ofensif “Biru-Putih” di dalam wilayah Iran jika diperlukan .

Eskalasi ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di Timur Tengah setelah AS dan sekutunya melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran. Iran telah berjanji untuk membalas setiap agresi yang ditujukan terhadap kedaulatannya dan mengancam akan menyerang pangkalan-pangkalan musuh di seluruh kawasan . Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga menyatakan bahwa Iran akan terus melancarkan serangan sebagai balasan jika AS tidak mundur .

Ke depan, serangan ini meningkatkan risiko konflik terbuka antara Iran dan koalisi yang dipimpin AS di Timur Tengah. Klaim Iran atas serangan ini, jika terbukti, akan menandai perluasan medan perang ke Yordania, yang selama ini relatif stabil. Respons militer AS terhadap serangan ini berpotensi menjadi pemicu eskalasi lebih lanjut, menyeret lebih banyak aktor ke dalam konflik dan semakin memperburuk situasi keamanan di kawasan yang sudah sangat rapuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *