Juli 18, 2026

Oman Kutuk Keras Serangan Drone Iran, Panggil Dubes dan Nyatakan Keprihatinan Mendalam

ilustrasi-serangan-rudal-perang-iran-1783828956147_169

Kementerian Luar Negeri Oman menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan drone yang menargetkan wilayahnya, menyebutnya sebagai tindakan tidak bertanggung jawab yang melanggar norma hubungan bertetangga. Pemerintah Oman secara resmi memanggil Duta Besar Iran untuk menyampaikan nota protes atas serangan yang terjadi pada Minggu (12/7/2026) .

Serangan drone tersebut dilaporkan menyasar lokasi di provinsi Musandam dan Al Wusta, yang merupakan bagian dari wilayah kedaulatan Oman . Dalam pernyataannya, Oman menekankan pentingnya menghormati kedaulatan negara, prinsip bertetangga yang baik, dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain . Ini merupakan langkah diplomatik yang langka di mana Oman secara terbuka menuduh Iran menargetkan wilayahnya .

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang merupakan bagian dari gelombang serangan balasan yang lebih luas terhadap fasilitas-fasilitas yang digunakan oleh militer AS di kawasan Teluk . IRGC secara khusus menyebutkan bahwa mereka menargetkan fasilitas pendukung dan pengisian bahan bakar bagi kapal-kapal Angkatan Laut AS di Pelabuhan Duqm, Oman . Mereka juga mengklaim telah menyerang target-target di beberapa negara Teluk lainnya, termasuk Qatar, Bahrain, dan Kuwait .

Oman memperingatkan bahwa eskalasi militer yang sedang berlangsung mengancam keamanan regional, keselamatan maritim, perdagangan internasional, dan pasokan energi global . Seruan untuk menahan diri juga datang dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan negara-negara Teluk lainnya yang mengutuk keras serangan Iran, menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara dan ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan .

Ke depan, situasi diplomatik antara Oman dan Iran menjadi tegang karena serangan ini terjadi hanya sehari setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengunjungi Oman untuk membahas isu keamanan di Selat Hormuz . Langkah Oman yang memanggil duta besar Iran menunjukkan bahwa mereka menganggap serangan ini sebagai pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi. Respons militer AS terhadap serangan ke pangkalan-pangkalannya di kawasan tersebut berpotensi menjadi pemicu eskalasi lebih lanjut, yang dapat menyeret lebih banyak aktor regional ke dalam konflik dan semakin memperburuk situasi keamanan yang sudah sangat rapuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *