Agustus 25, 2026

Pemerintah Siapkan Rp4,8 Triliun untuk Pulihkan PLTP Sarulla ke 330 MW

IMG_20260803_090215

Pemerintah menyiapkan investasi baru sekitar USD270 juta atau Rp4,8 triliun untuk memulihkan kapasitas operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Langkah strategis ini bertujuan mengembalikan kapasitas terpasang pembangkit ke level 330 megawatt (MW), setelah sebelumnya mengalami penurunan kinerja.

Investasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengoptimalkan potensi panas bumi Sarulla yang diperkirakan mencapai sekitar 1.100 MW. PLTP Sarulla merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di Indonesia dan memiliki peran penting dalam menyediakan energi bersih bagi sistem kelistrikan di Sumatera.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan, sebelum investasi direalisasikan pemerintah akan menuntaskan seluruh proses administrasi hingga Oktober 2026. Proses administrasi ini mencakup penyelesaian berbagai perizinan, kontrak, dan persyaratan teknis lainnya yang diperlukan untuk memulai pekerjaan pemulihan.

“Yang pertama dari sisi administrasi kita akan selesaikan sampai dengan Oktober 2026 ini. Sudah selesai urusan administrasinya, tahun 2027-2028 ini kita kejar peningkatan kapasitas produksi,” ujar Yuliot dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8/2026). Target pemulihan kapasitas pembangkit ditargetkan berlangsung pada periode 2027-2028.

Tambahan investasi sekitar USD270 juta dibutuhkan untuk mengembalikan kemampuan produksi pembangkit ke kapasitas terpasang 330 MW. PLTP Sarulla saat ini beroperasi tidak pada kapasitas penuh karena berbagai kendala teknis dan operasional yang memerlukan perbaikan dan pemeliharaan besar-besaran.

Pemulihan PLTP Sarulla akan mencakup perbaikan turbin, sistem perpipaan uap, dan berbagai komponen penting lainnya yang menurun kinerjanya. Selain itu, peningkatan sistem kontrol dan pemantauan juga akan dilakukan untuk memastikan pembangkit dapat beroperasi secara optimal dan stabil dalam jangka panjang.

Dengan pulihnya kapasitas PLTP Sarulla, diharapkan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya dapat lebih handal. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan bauran energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Masyarakat di sekitar lokasi pembangkit juga diharapkan merasakan manfaat ekonomi dari investasi ini, baik melalui penciptaan lapangan kerja selama masa konstruksi maupun peningkatan keandalan pasokan listrik untuk kegiatan produktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *