Agustus 25, 2026

Kemarau Berkepanjangan, Ribuan Ton Ikan Keramba di Batanghari Mati

IMG-20260825-WA0012

Puluhan ikan terlihat mengapung di dalam keramba di Sungai Batanghari, Pematang Jering, Muaro Jambi, Kamis (20/8/2026). Kondisi ini terjadi setelah kemarau melanda wilayah tersebut selama sekitar sebulan.

Petani menyebut penurunan kualitas air Sungai Batanghari menjadi penyebab utama ribuan ton ikan keramba mati. Debit air sungai yang menyusut dan suhu air yang meningkat menyebabkan kadar oksigen terlarut menurun drastis, sehingga ikan tidak mampu bertahan hidup.

Akibatnya, petani mengalami kerugian sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari. Sebagian keramba bahkan terpaksa dikosongkan karena ikan yang mati tidak dapat dijual. Petani berharap kualitas air segera membaik dan mendapat dukungan agar usaha budidaya ikan tetap bertahan.

Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih parah dibandingkan tahun 2019 akibat fenomena El Nino yang kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang mulai menguat. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada budidaya ikan, tetapi juga pada kebakaran hutan dan lahan yang meluas di sejumlah wilayah.

Petani ikan di sepanjang Sungai Batanghari berharap adanya intervensi dari pemerintah, baik melalui bantuan pakan maupun pemantauan kualitas air secara berkala, agar kerugian yang mereka alami tidak semakin membesar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *