Banjir Bandang Terjang Tapanuli Utara, 150 KK Terdampak dan Jembatan Hilang
Ininih.com –
TAPUT — Banjir bandang menerjang Tapanuli Utara akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Kamis, 23 April 2026. Bencana ini menyebabkan kerusakan cukup luas dan berdampak pada ratusan warga.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dirilis pada Jumat, 24 April 2026, sedikitnya 150 kepala keluarga terdampak. Jumlah rumah yang terkena dampak juga mencapai 150 unit, menunjukkan skala bencana yang cukup signifikan di wilayah tersebut.
Selain merendam permukiman warga, banjir bandang juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur. Tercatat tiga rumah hanyut terbawa arus, satu jembatan hilang, serta satu musala dan satu fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.
Dari sisi korban, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, satu orang dilaporkan mengalami luka-luka. Hingga saat ini, proses penanganan darurat dan pendataan masih terus dilakukan oleh pihak terkait.
Banjir bandang ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan aliran air meluap dan membawa material dari hulu. Kondisi ini kembali menegaskan kerentanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat intensitas hujan meningkat dalam waktu singkat.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan serta upaya penanganan untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan pascabencana.
banjir-bandang-tapanuli-utara-150-kk-terdampak-april-2026
banjir bandang, Tapanuli Utara, BPBD, bencana alam, Sumatera Utara, rumah hanyut, jembatan hilang, cuaca ekstrem
Banjir bandang di Tapanuli Utara berdampak pada 150 KK. BPBD mencatat rumah hanyut, jembatan hilang, dan satu korban luka akibat hujan deras.
