Karhutla Kembali Merebak, BPBD Muaro Jambi Padamkan Lima Titik Kebakaran
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi mencatat dua titik kebakaran lahan baru sejak 8 Juli 2026, sehingga total kejadian karhutla yang ditangani dalam sebulan terakhir menjadi lima titik. Kepala Pelaksana BPBD Muaro Jambi, Paruhuman Lubis, mengatakan dua titik api terbaru berada di Desa Tanjung, Kecamatan Kumpeh Ilir, yang membakar sekitar lima hektare lahan kosong, serta di Kelurahan Ness, Kecamatan Jambi Luar Kota, dengan luas kebakaran sekitar satu hektare. Seluruh api berhasil dipadamkan oleh tim Satgas Darat.
Secara keseluruhan, luas lahan yang terbakar di Muaro Jambi dalam satu bulan terakhir mencapai hampir delapan hektare. Seluruhnya merupakan lahan mineral. Kondisi ini menjadi kabar baik karena lahan gambut yang terbakar akan jauh lebih sulit dipadamkan dan berpotensi menimbulkan kabut asap yang lebih luas. Namun, fenomena karhutla di lahan mineral tetap menjadi peringatan akan pentingnya kewaspadaan di musim kemarau yang masih berlangsung.
Paruhuman Lubis mengungkapkan bahwa kebakaran di Desa Tanjung menghanguskan lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar dan ilalang. Sementara itu, di Kelurahan Ness, api menghanguskan lahan kosong di sekitar pemukiman warga. Beruntung, api tidak merambat ke bangunan atau lahan pertanian warga. Tim Satgas Darat yang terdiri dari personel BPBD, Manggala Agni, TNI, dan Polri bergerak cepat melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.
BPBD masih berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan untuk persiapan tanam yang tidak terkendali. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dan kemungkinan adanya unsur kesengajaan. Sanksi tegas menanti bagi pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara ilegal.
Sementara itu, pengawasan dan upaya pencegahan terus diperketat di wilayah rawan karhutla guna mencegah meluasnya kebakaran selama musim kemarau. BPBD melakukan patroli rutin dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya pembakaran lahan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan, terutama di area yang rawan terbakar.
“Beruntung yang terbakar merupakan lahan mineral. Jika api menjalar ke lahan gambut, proses pemadaman akan jauh lebih sulit,” ujar Paruhuman Lubis. Pernyataan ini menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan ekosistem gambut yang rentan terbakar dan sulit dipulihkan. Ke depan, penanganan karhutla di Muaro Jambi membutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk mencegah kebakaran dan melindungi lingkungan dari dampak buruk asap dan kerusakan ekosistem.
