Mei 25, 2026

Harga Pangan Naik, Emas Menguat, Tarif Panel Surya 143%, Minyak Dunia Bergejolak

IMG_20260426_024710


Ininih.com –
Perkembangan ekonomi terbaru pada Sabtu, 25 April 2026 menunjukkan dinamika tajam di empat sektor utama: pangan, emas, energi, dan perdagangan global.

  1. Harga Pangan Tekan Daya Beli
    Data PIHPS Nasional mencatat kenaikan signifikan pada komoditas utama. Telur ayam ras hampir menyentuh Rp32.000/kg di level Rp31.950/kg.

Sementara itu:
Bawang merah turun ke Rp46.100/kg
Bawang putih di Rp39.700/kg
Cabai rawit merah melonjak ke Rp64.050/kg
Kenaikan telur dan cabai menunjukkan tekanan inflasi pangan masih belum stabil, terutama pada komoditas protein dan hortikultura.

  1. Harga Emas Berbalik Menguat
    Harga emas mengalami rebound setelah sempat melemah sehari sebelumnya.
    Emas Antam: Rp2.938.000/gram (+Rp20.000)
    Emas UBS: Rp2.879.000/gram (+Rp7.000)
    Emas Galeri24: Rp2.820.000/gram (+Rp10.000)
    Kenaikan serentak ini mencerminkan meningkatnya minat aset aman di tengah ketidakpastian global.
  2. Tarif Panel Surya Picu Tekanan Ekspor
    Amerika Serikat menetapkan tarif tinggi terhadap panel surya asal Indonesia hingga 143%.
    Beberapa rincian:
    PT Blue Sky Solar: 143,3%
    PT REC Solar Energy: 85,99%
    Eksportir lain: 104,38%
    Pemerintah merespons dengan mendorong pasar domestik melalui program PLTS 100 GW untuk menjaga keberlanjutan industri.
  3. Harga Minyak Dunia Fluktuatif
    Pasar energi global masih bergerak tidak stabil.
    Brent: naik 16% ke $105,33
    WTI: naik 13% ke $94,40
    Fluktuasi dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz, serta dinamika negosiasi antara AS dan Iran.

harga-pangan-naik-emas-menguat-tarif-panel-surya-minyak-dunia-2026

harga telur 2026, harga emas hari ini, tarif panel surya AS Indonesia, harga minyak dunia terbaru, inflasi pangan Indonesia, ekonomi global 2026

Harga telur hampir Rp32.000/kg, emas naik serentak, tarif panel surya RI ke AS tembus 143%, dan minyak dunia bergejolak akibat ketegangan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *