Mei 25, 2026

KKP Buka Rekrutmen 20.094 Awak Kapal untuk Modernisasi Armada Nasional

IMG-20260511-WA0017

Ininih.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka rekrutmen besar-besaran sebanyak 20.094 awak kapal perikanan untuk mendukung program modernisasi armada nasional hingga 2028.

Pendaftaran resmi dibuka mulai 4 Mei hingga 4 Juni 2026 melalui sistem online yang disiapkan KKP.

Program ini menjadi bagian dari transformasi sektor perikanan tangkap nasional menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi.

Modernisasi Armada Perikanan Nasional

Rekrutmen dilakukan seiring program pembangunan 1.582 unit kapal perikanan yang akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2028.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menyebut program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan kapal, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan armada modern.

Menurut KKP, implementasi program modernisasi tersebut diperkirakan akan melibatkan lebih dari 500 ribu tenaga kerja dalam ekosistem perikanan nasional.

Kebutuhan Awak Kapal Capai 20 Ribu Orang

KKP membagi kebutuhan personel berdasarkan ukuran kapal dan posisi kerja.
Untuk kapal ukuran 30 GT sebanyak 1.000 unit, dibutuhkan sekitar 10 ribu awak kapal.

Sementara kapal ukuran 200 GT sebanyak 557 unit memerlukan 9.469 personel, sedangkan kapal ukuran 500 GT membutuhkan 625 personel tambahan.
Dari sisi jabatan, kebutuhan terbesar berasal dari posisi Anak Buah Kapal (ABK) yang mencapai 11.418 orang.

Selain itu dibutuhkan 1.582 nakhoda, 1.582 kepala kamar mesin (KKM), 577 fishing master, dan 4.935 perwira kapal.

Jadwal Rekrutmen hingga Akhir 2026

KKP telah menetapkan tahapan rekrutmen sepanjang tahun 2026.

Setelah pendaftaran online ditutup pada 4 Juni 2026, pengumuman tahap pertama dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni 2026.

Peserta yang lolos kemudian akan menjalani proses seleksi dan asesmen pada Juli 2026 sebelum memasuki tahap pelatihan dan sertifikasi mulai Agustus hingga Oktober 2026.
Penempatan kerja dijadwalkan berlangsung mulai November hingga Desember 2026.

Syarat dan Target Peserta

Program ini terbuka untuk masyarakat umum dengan sejumlah persyaratan dasar seperti Warga Negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, serta bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
Minimal pendidikan yang dibutuhkan adalah lulusan SD atau sederajat.

Peserta juga diwajibkan memiliki sertifikat Basic Safety Training for Fishing (BST-F) Tingkat II serta bersedia bekerja minimal satu tahun sesuai ketentuan program.

KKP membuka peluang bagi taruna dan alumni pendidikan KKP, lulusan sekolah umum, awak kapal profesional, hingga masyarakat pesisir di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.

Peserta Akan Jalani Pelatihan dan Sertifikasi

Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti berbagai pelatihan kompetensi kelautan dan perikanan.
Pelatihan tersebut meliputi navigasi kapal, teknika kapal perikanan, pengoperasian kapal modern, penanganan ikan, perawatan mesin, hingga pelatihan keselamatan pelayaran.
KKP juga menyiapkan program sertifikasi kompetensi dan bela negara atau Komponen Cadangan (Komcad).

Didukung Investasi dan Program Nasional

Program modernisasi armada perikanan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional dan ekonomi maritim.
Kapal ukuran kecil akan diintegrasikan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih dan dikelola koperasi desa.

Sedangkan kapal besar akan digunakan untuk operasi laut lepas bersama BUMN sektor perikanan PT Agrinas Jaladri Nusantara.
Dalam kunjungan ke London pada Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan adanya dukungan pemerintah Inggris terhadap investasi pembangunan kapal penangkap ikan senilai sekitar 4 miliar poundsterling atau setara Rp91,6 triliun.

Pendaftaran Dilakukan Secara Online

Masyarakat dapat melakukan pendaftaran melalui situs resmi KKP di alamat:

https://elaut-bppsdm.kkp.go.id/akp

KKP menegaskan seluruh proses rekrutmen tidak dipungut biaya dan masyarakat diminta waspadai praktik percaloan maupun penipuan yang mengatasnamakan program tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *