Mei 25, 2026

Kesepakatan AS Iran Selat Hormuz 30 Hari Hampir Final, Khamenei Jadi Penentu

IMG_20260525_190839

Kesepakatan AS Iran Selat Hormuz 30 hari hampir menjadi kenyataan pada Senin 25 Mei 2026 — setelah hampir tiga bulan konflik, blokade, drone yang terbang di langit Teluk, dan serangkaian tenggat yang datang silih berganti tanpa hasil. Trump mengonfirmasi melalui Truth Social bahwa “aspek-aspek final dan detail dari kesepakatan sedang didiskusikan dan akan diumumkan segera”, dengan Selat Hormuz masuk sebagai salah satu elemen yang disebut eksplisit. Menlu Marco Rubio menyebut kemajuan signifikan dalam 48 jam terakhir dan memproyeksikan pengumuman bisa terjadi “hari ini atau besok.” Harga minyak turun tajam. Pasar saham Asia menguat. Tapi satu variabel yang tidak bisa dikontrol oleh siapapun di Washington atau Islamabad masih menggantung: di mana Mojtaba Khamenei berada, dan apakah ia akan menyetujui apa yang sudah dinegosiasikan diplomatnya.

95 Persen Selesai, 5 Persen yang Menentukan Segalanya

Kerangka yang sedang difinalkan mencakup pembukaan Selat Hormuz secara penuh dalam 30 hari setelah penandatanganan, perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari untuk memberi ruang negosiasi lebih lanjut, dan penundaan pembahasan program nuklir Iran ke fase berikutnya. Iran dapat menjual minyak secara bebas selama periode 60 hari — sebuah kelonggaran ekonomi yang sangat dibutuhkan Teheran setelah bulan-bulan blokade menguras pendapatan negara. Fox News melaporkan kesepakatan sudah 95 persen selesai. Juru bicara Kemlu Iran Esmaeil Baqaei mengonfirmasi bahwa “telah tercapai kesimpulan pada sebagian besar isu yang sedang dibahas” — tetapi menolak klaim bahwa penandatanganan sudah dekat.

Yang tersisa dalam negosiasi bukan detail teknis kecil. Mekanisme pemindahan atau pengenceran stok uranium 440 kilogram kemurnian 60 persen yang dimiliki Iran masih menjadi titik sengketa. Trump sudah menyebut tuntutan pemindahan uranium ke luar Iran sebagai syarat yang tidak bisa ditawar — tetapi Iran yang sudah bernegosiasi dari posisi yang tidak sepenuhnya lemah tidak bersedia menyerahkan aset strategis paling berharganya tanpa jaminan keamanan yang terverifikasi. Jarak antara 95 persen selesai dan 100 persen adalah jarak yang bisa ditempuh dalam satu hari atau tidak pernah — tergantung pada keputusan yang harus datang dari satu orang yang lokasinya tidak diketahui secara pasti.

Khamenei: Variabel yang Tidak Bisa Diprediksi

CBS melaporkan bahwa intelijen AS meyakini Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei bersembunyi di lokasi yang dirahasiakan dan kemungkinan terluka dalam serangan Israel yang menewaskan ayahnya Ali Khamenei pada 28 Februari — hari pertama konflik. Ia belum pernah muncul di depan publik sejak perang dimulai. Komunikasi dengan utusannya berlangsung tidak langsung dan memperlambat proses negosiasi secara signifikan.

Persetujuan Khamenei adalah syarat yang tidak bisa dilewati. Para diplomat Iran yang duduk di meja perundingan bisa mencapai konsensus, tetapi tidak ada dokumen yang bisa ditandatangani dan tidak ada pengumuman yang bisa dibuat tanpa restu dari pimpinan tertinggi. Ini adalah variabel yang tidak ada satupun pihak — bukan Trump, bukan Rubio, bukan Asim Munir yang terbang ke Teheran sebagai mediator — yang bisa mengontrolnya. Field Marshal Pakistan itu sudah di Teheran. Pakistan sudah melakukan bagian terberatnya. Pertanyaannya kini bukan soal negosiasi — melainkan soal komunikasi dengan seseorang yang keberadaannya saja sudah menjadi misteri.

Pasar Sudah Bereaksi, tapi Pemulihan Butuh Waktu

Pasar keuangan global tidak menunggu penandatanganan dokumen untuk bereaksi. Harga minyak turun tajam pada perdagangan Senin pagi, pasar saham Asia menguat, dan premi risiko yang selama berminggu-minggu menempel pada aset-aset kawasan mulai mereda. Ini adalah reaksi terhadap ekspektasi, bukan realitas — dan ekspektasi bisa berbalik dalam hitungan jam jika negosiasi gagal di menit-menit terakhir.

Bahkan jika kesepakatan ditandatangani hari ini, IEA memperingatkan bahwa pemulihan penuh ekspor minyak membutuhkan minimum dua hingga tiga bulan. Pembersihan ranjau di Selat Hormuz — yang diperkirakan sudah ditanam Iran selama konflik — membutuhkan beberapa minggu hanya untuk mengerahkan kapal penyapu ranjau yang cukup ke kawasan. CEO Vespucci Maritime Lars Jensen memperingatkan bahwa industri pelayaran global akan tetap “hati-hati dan ragu-ragu” melakukan perubahan operasional besar sampai bukti fisik pembukaan selat benar-benar terlihat di lapangan.

Di Washington, perpecahan di internal Partai Republik menambah komplikasi politik. Senator Ted Cruz menyebut kesepakatan yang diusulkan sebagai “kesalahan yang membawa bencana.” Senator Roger Wicker memperingatkan bahwa gencatan 60 hari berarti semua yang dicapai oleh Operation Epic Fury menjadi sia-sia. Trump merespons dengan menyebut para pengkritik sebagai “pecundang” — sebuah pertukaran yang menunjukkan bahwa bahkan jika kesepakatan tercapai dengan Iran, pertempuran politik di dalam negeri AS baru saja dimulai. Dunia menahan napas menanti hari ini atau besok. Tapi sejarah tiga bulan terakhir mengajarkan satu hal: dalam konflik ini, tidak ada yang benar-benar pasti sampai tinta mengering di atas kertas.


  1. “proposal Iran pisahkan Hormuz nuklir” — /konflik-dunia/proposal-iran-pisahkan-hormuz-nuklir-2026/
  2. “ultimatum Trump Iran 48 jam” — /konflik-dunia/ultimatum-trump-iran-48-jam-2026/
  3. “lima prasyarat Trump untuk Iran nuklir” — /konflik-dunia/lima-prasyarat-trump-iran-nuklir-uranium-2026/
  4. “uranium Iran 440 kg 60 persen ancaman nuklir” — /konflik-dunia/uranium-iran-440-kg-60-persen-ancaman-nuklir-2026/
  5. “blokade Selat Hormuz krisis maritim” — /konflik-dunia/selat-hormuz-blokade-krisis-maritim-mei-2026/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *