Pentagon Akui Biaya Perang Iran AS Bengkak, Angka Nyata Bisa 3 Kali Lipat
Biaya perang Iran AS yang diakui Pentagon sudah menyentuh US$29 miliar — namun perkiraan internal dan tekanan yang datang dari dalam tubuh militer sendiri mengisyaratkan angka sebenarnya jauh melampaui itu.
Perkiraan terbaru Pentagon menyebut biaya konflik mencapai sekitar US$29 miliar, angka yang disampaikan pejabat keuangan Pentagon Jules Hurst III kepada subkomite anggaran pertahanan DPR AS pada 12 Mei. Namun estimasi itu hanya menghitung munisi dan pesawat yang hancur, belum termasuk biaya rekonstruksi pangkalan militer.
Kesenjangan itu bukan sekadar soal akuntansi. Sidang Capitol Hill yang mempertemukan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, dan Jules Hurst III berlangsung saat pemerintah Trump justru mengajukan anggaran pertahanan fiskal 2027 sebesar US$1,5 triliun — sebuah permintaan yang langsung memicu pertanyaan keras dari anggota parlemen di kedua partai.
Partai Demokrat dan para pengkritik perang mempertanyakan kalkulasi Pentagon dan menyatakan bahwa biaya sebenarnya — termasuk kerusakan akibat serangan balasan Iran — bisa jauh lebih tinggi.
Angka US$29 miliar sendiri merupakan koreksi dari estimasi awal. Pada 29 April, Hurst awalnya menyebut angka US$25 miliar dalam sidang terpisah. Angka itu kemudian diperbarui karena adanya kebutuhan perbaikan alutsista, penggantian perlengkapan militer yang rusak, serta biaya operasional yang terus bertambah selama pasukan dipertahankan di lapangan.
Tekanan fiskal tidak hanya terasa di Capitol Hill. Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Daryl Caudle memperingatkan bahwa anggaran 2026 Angkatan Laut tidak dirancang untuk menanggung biaya Operasi Epic Fury. Ia menyebut harus membatasi latihan militer, jam terbang, hingga pelatihan rekrutan baru, dan mengingatkan bahwa tanpa tambahan pendanaan, ia akan terpaksa membuat keputusan sulit mulai Juli.
Pentagon juga dilaporkan menghentikan sementara US$14 miliar penjualan senjata ke Taiwan demi mengamankan pasokan amunisi untuk Operasi Epic Fury. Ini sinyal bahwa tekanan bukan semata soal Iran — melainkan tentang sejauh mana satu konflik dapat menggerogoti kesiapan militer AS secara global.
Gedung Putih diperkirakan akan meminta tambahan anggaran suplementer antara US$80 miliar hingga US$100 miliar kepada Kongres, sebagian besar untuk mengisi kembali persediaan munisi yang terkuras selama operasi berlangsung.
Jika permintaan itu disetujui, total biaya Operasi Epic Fury bisa mendekati US$100 miliar — hampir empat kali lipat dari angka yang pertama kali disebut ke publik.
Laporan Congressional Research Service yang dirilis pertengahan Mei mendokumentasikan 42 pesawat AS yang hilang atau rusak selama Operasi Epic Fury — menjadikannya dokumen pemerintah pertama yang secara sistematis mengkuantifikasi kerugian tempur selama konflik berlangsung.
Yang menjadi pertanyaan ke depan bukan hanya soal angka, melainkan soal siapa yang menanggungnya dan bagaimana. Kongres belum bergerak ke arah persetujuan dana suplementer, sementara militer sudah mulai merasakan imbasnya di operasi sehari-hari. Bila kesepakatan damai permanen antara AS dan Iran belum tercapai, setiap hari yang berlalu bukan hanya menambah biaya — melainkan juga memperlebar jarak antara angka resmi Pentagon dan realitas anggaran yang sesungguhnya.
Internal link:
- “konflik AS-Iran” — /konflik-dunia/gencatan-senjata-as-iran-rapuh-2026/
- “Selat Hormuz” — /konflik-dunia/selat-hormuz-blokade-krisis-maritim-mei-2026/
- “ultimatum Trump ke Iran” — /konflik-dunia/ultimatum-trump-iran-48-jam-2026/
- “dampak ekonomi perang Iran” — /ekonomi-global/krisis-energi-eropa-dampak-perang-iran-imf-resesi/
- “tekanan inflasi AS” — /ekonomi-global/inflasi-as-april-2026-the-fed-suku-bunga/
