Kelaparan AS Lampaui Pandemi Covid, Federal Reserve: “Kenaikan Luar Biasa”
Kelaparan AS lampaui pandemi Covid untuk pertama kalinya dalam enam tahun — bukan berdasarkan proyeksi, melainkan data survei resmi yang baru dirilis Federal Reserve Bank of New York pada 28 Mei 2026, yang menemukan tingkat ketidakamanan pangan lebih tinggi dari titik mana pun sejak pandemi melanda pada 2020.

Survei itu dilakukan pada Februari 2026, tepat ketika dampak ekonomi perang Iran mulai dirasakan di dalam negeri dan sentimen konsumen mencapai titik terendah sepanjang masa. Para peneliti Fed menemukan bahwa 10% rumah tangga melaporkan harus melewatkan makan karena tidak mampu membeli makanan — dibandingkan hanya 4% pada musim panas 2020, ketika pandemi memicu pengangguran dua digit. Hampir 16% rumah tangga kini bergantung pada donasi pangan. Untuk keluarga berpenghasilan di bawah US$50.000, satu dari lima melaporkan tidak bisa makan cukup.
Para peneliti menyebut temuan ini sebagai “kenaikan luar biasa” — framing yang jarang digunakan dalam komunikasi resmi institusi keuangan sekaliber Fed. Kenaikan itu terkonsentrasi pada kelompok berpendidikan rendah, berpenghasilan rendah, dan rumah tangga dengan anak kecil. Ketiga kelompok itu juga mencatat penurunan tajam dalam kepercayaan finansial mereka terhadap masa depan.
Yang memperburuk gambaran adalah hilangnya mekanisme pengukuran itu sendiri. Kementerian Pertanian AS tahun lalu menghentikan survei ketahanan pangan tahunannya yang sudah berjalan 30 tahun — survei yang selama ini menjadi standar emas data kelaparan nasional. Keputusan itu dikritik keras oleh para ahli, yang menyebut penghentian itu bukan kebetulan: tanpa data resmi, dampak dari pemotongan program bantuan pangan yang sedang berjalan akan sangat sulit diukur secara nasional.
Tekanan itu terasa langsung di jaringan bank makanan. Di Augusta, Georgia, antrean kendaraan di depan titik distribusi terbentuk sehari sebelum distribusi dibuka — orang tidur di mobil mereka untuk mendapat tempat. Di Alabama, bank makanan regional memperluas kapasitas operasional untuk mengimbangi lonjakan permintaan. Dari Los Angeles hingga Houston, manajer distribusi melaporkan pemandangan yang sama: lebih banyak keluarga, lebih sedikit pasokan.
Konteks kebijakan membuat angka-angka ini lebih sulit untuk diabaikan. Undang-undang anggaran besar yang sedang diproses di Kongres mengandung pemotongan senilai sekitar US$300 miliar untuk SNAP — program bantuan pangan federal terbesar yang melayani puluhan juta warga. Pemotongan itu, jika disahkan, akan menjadi yang terbesar dalam sejarah program tersebut. Sementara itu, persyaratan kerja untuk penerima SNAP diperketat, dan sejumlah kategori penerima dipersempit eligibilitasnya. Bersamaan dengan berakhirnya berbagai program bantuan era pandemi sejak 2023, kombinasi itu menekan jutaan rumah tangga yang sebelumnya masih bisa bertahan.
Ekonom menyebut situasi ini sebagai pemulihan berbentuk K — di mana separuh ekonomi tumbuh sementara separuh lainnya jatuh. Indikator makro seperti angka pengangguran keseluruhan dan pertumbuhan GDP tidak menangkap realitas ini. Survei Fed justru menangkapnya: di bawah permukaan agregat yang terlihat stabil, jutaan keluarga sedang membuat pilihan antara membayar tagihan atau membeli makanan.
Yang membuat krisis ini berbeda dari 2020 adalah tidak adanya respons kebijakan yang sepadan. Pada masa pandemi, pemerintah mengucurkan stimulus, memperluas SNAP, dan memperpanjang jaring pengaman sosial. Kali ini, arahnya terbalik. Survei Fed bukan alarm baru — ia adalah konfirmasi dari sesuatu yang sudah dirasakan jutaan warga Amerika jauh sebelum angkanya dicatat secara resmi.
Internal link:
- “inflasi AS April 2026 The Fed” — /ekonomi-global/inflasi-as-april-2026-the-fed-suku-bunga/
- “krisis energi Eropa dampak perang Iran” — /ekonomi-global/krisis-energi-eropa-dampak-perang-iran-imf-resesi/
- “biaya perang Iran AS bengkak” — /konflik-dunia/biaya-perang-iran-as-bengkak/
- “ekonomi Timur Tengah tekanan konflik” — /ekonomi-global/ekonomi-timur-tengah-tekanan-konflik-energi-2026/
- “ultimatum Trump Iran 48 jam” — /konflik-dunia/ultimatum-trump-iran-48-jam-2026/
