Juli 18, 2026

Satangair Pusbekangad Gelar Latihan Taktis di Gunung Bunder Sekaligus Baksos untuk Warga

FB_IMG_1782060771354

Satuan Angkutan Perairan (Satangair) Pusat Bekang Angkatan Darat (Pusbekangad) menyelenggarakan Latihan Taktis Tim Blok Gunung Hutan Tahun Anggaran 2026 di wilayah Rahlat Dodiklatpur Rindam Jaya, Gunung Bunder, Kabupaten Bogor, pada 17–19 Juni 2026. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan tempur prajurit di medan gunung dan hutan, tetapi juga dipadukan dengan karya bakti dan bakti sosial bagi masyarakat sekitar.

Latihan dipimpin langsung oleh Komandan Satangair/KRY Kolonel Cba Faryan NPPY, S.Sos., M.H., CHRMP, yang bertindak sebagai Komandan Latihan. Sebelum kegiatan dimulai, para peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Acu sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi lokal sekaligus penguatan kebersamaan dan nilai-nilai spiritual sebelum pelaksanaan latihan di medan yang berat.

Pada hari pertama, para prajurit menjalani serangkaian materi latihan yang menuntut keterampilan dan kesiapan fisik tinggi. Materi yang diberikan meliputi penghadangan kendaraan, pengamanan jembatan, Pertolongan Taktis Korban Tempur (PTKT), pergerakan hanmars menuju Base of Deployment (BOD), serta bivak lapangan. Hari kedua difokuskan pada patroli pengintaian dan pengamanan kawasan gunung-hutan, mencakup patroli pengamanan (Patkam), patroli pendalaman (Patdang), PTKT, dan bivak yang menguji stamina serta koordinasi tim di medan yang menantang.

Hari terakhir diisi dengan latihan penyergapan (Patgap) yang menjadi puncak dari rangkaian latihan taktis. Setelah itu, dilakukan evaluasi menyeluruh untuk mengukur capaian dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan karya bakti dan bakti sosial, di mana Satangair Pusbekangad menyerahkan paket sembako kepada 27 warga di sekitar kompleks Gunung Bunder sebagai wujud kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.

Wakil Komandan Satangair/KRY Letkol Cba Hendy Eko Aryanto, S.I.P., menegaskan bahwa bakti sosial merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada rakyat. Menurutnya, kesiapsiagaan prajurit tidak hanya diwujudkan melalui kemampuan tempur semata, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan pengabdian yang tulus kepada masyarakat di sekitar wilayah latihan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peningkatan kapasitas militer dan tanggung jawab sosial dapat berjalan beriringan.

Latihan taktis yang dipadukan dengan kegiatan sosial ini menunjukkan sinergi yang erat antara peningkatan kemampuan profesionalisme prajurit dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan melibatkan prajurit dalam kegiatan yang bermanfaat bagi warga sekitar, Satangair Pusbekangad tidak hanya memperkuat kemampuan tempur di medan gunung dan hutan, tetapi juga memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya untuk meningkatkan kesiapan operasional prajurit, tetapi juga untuk mempererat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat di berbagai wilayah. Sinergi antara latihan militer dan kegiatan sosial kemasyarakatan ini menjadi cerminan bahwa TNI hadir sebagai pelindung dan pengayom yang selalu bersinergi dengan rakyat dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *