Juli 19, 2026

Prabowo dan AHY Resmikan Lima Bendungan Serentak, Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

perkuat_ketahanan_pangan_nasional_presiden_prabowo_resmikan_lima_bendungan_1783743962_a730c3b916c57ffb4d1b

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan secara serentak yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (10/7/2026). Peresmian ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.

Lima bendungan yang diresmikan meliputi Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, serta Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh. Secara keseluruhan, kelima bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung mencapai 371,23 juta meter kubik air, melayani daerah irigasi seluas 39.540 hektare melalui jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer, menyediakan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, serta mendukung pengembangan energi baru terbarukan melalui PLTA berkapasitas 9,635 MW dan potensi PLTS terapung sebesar 345,94 MW.

Menko AHY menyampaikan bahwa peresmian lima bendungan tersebut menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional melalui swasembada pangan, swasembada air, dan swasembada energi. “Pengembangan infrastruktur sumber daya air terus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah untuk memastikan ketersediaan air bagi pertanian, penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta mendorong pengembangan energi bersih dan terbarukan,” ujar AHY. Kehadiran bendungan-bendungan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan yang berkelanjutan.

Bendungan Meninting yang menjadi lokasi utama peresmian memiliki kapasitas tampung 9,91 juta meter kubik dengan luas genangan 46,16 hektare. Bendungan ini dibangun untuk mengatasi ketimpangan air di Lombok serta mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti El Niño dan Indian Ocean Dipole. Bendungan Keureuto di Aceh Utara menjadi yang terbesar dengan kapasitas 215,94 juta meter kubik, dirancang untuk mengendalikan banjir hingga periode ulang 50 tahun dan mendukung irigasi seluas 9.420 hektare lahan pertanian.

Kelima bendungan juga memberikan manfaat pengendalian banjir pada kawasan seluas 932 hektare, sehingga melindungi permukiman dan lahan pertanian dari risiko banjir tahunan. Dengan total investasi mencapai Rp9,79 triliun, kelima bendungan ini diharapkan mampu menghasilkan tambahan produksi padi hingga 1 juta ton per tahun, memperkuat ketahanan pangan nasional. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa kelima bendungan didukung jaringan irigasi yang mampu mengairi sekitar 40 ribu hektare lahan pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pengelolaan bendungan secara profesional agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya para petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. “Saya harap bendungan-bendungan ini dijaga dengan baik, kelola dengan profesional, rawat dengan baik, pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani. Para petani adalah produsen pangan, tanpa pangan tidak ada negara. Setiap rupiah uang rakyat harus dimanfaatkan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Ke depan, keberadaan bendungan-bendungan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan yang berkelanjutan. Pemerintah berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur sumber daya air secara terukur dan terintegrasi guna mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat. Peresmian ini dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menunjukkan sinergi yang kuat antarlembaga dalam mendukung program strategis nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *