Juli 18, 2026

Bhabinkamtibmas Nganjuk Gendong Balita Korban Kecelakaan Bus, Video Viral: “Saya Tidak Mau Lihat Anak Jadi Korban”

FB_IMG_1783799573773

Di tengah situasi darurat, aksi cepat dan kepedulian menjadi penyelamat. Aksi heroik Bhabinkamtibmas Polsek Bagor, Aipda Sutrisno, menuai apresiasi luas setelah videonya viral di media sosial. Saat kecelakaan Bus Sugeng Rahayu yang terjun ke sungai di kawasan Jembatan Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (4/7/2026), ia sigap membantu proses evakuasi para korban. Di tengah kepanikan, Aipda Sutrisno menggendong seorang balita bernama Al Arsy Wildan yang sempat tercebur ke sungai usai kecelakaan. Balita tersebut mengalami luka robek di bagian leher kanan dan segera dibawa menggunakan ambulans menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tragis ini bermula ketika Bus Sugeng Rahayu yang melaju dari arah Nganjuk menuju Madiun diduga mengalami rem blong hingga keluar jalur dan terjun ke sungai setinggi sekitar 30 meter . Sebanyak 34 penumpang berhasil dievakuasi, dengan 11 orang mengalami luka-luka dan dua di antaranya dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis . Satu penumpang, Suyitno (67), warga Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, dilaporkan meninggal dunia . Sopir bus berinisial SP menjadi korban paling parah dengan luka di bagian kepala dan kaki .

Dalam video yang beredar, terlihat Aipda Sutrisno menggendong Al Arsy Wildan yang masih balita dengan penuh kehati-hatian. Ia menutupi luka robek di leher korban dengan kain dan terus berusaha menenangkan anak kecil yang ketakutan itu . “Saya spontan menggendongnya karena melihat kondisinya yang sangat memprihatinkan. Saat itu saya tidak mau melihat anak kecil menjadi korban. Saya ingin menyelamatkannya,” ujar Aipda Sutrisno . Aksi ini menjadi simbol dedikasi dan kemanusiaan anggota Polri di tengah tugasnya, karena ia langsung bertindak tanpa memikirkan risiko.

Berkat kesigapan personel Polri bersama warga yang bahu-membahu melakukan evakuasi, kondisi korban kini berangsur membaik setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Nganjuk. Kasi Humas Polres Nganjuk, Ipda Fajar Waskita, membenarkan peristiwa tersebut dan menyebutkan bahwa evakuasi berlangsung cepat karena melibatkan masyarakat sekitar yang langsung turun tangan membantu . Polisi juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan .

Ke depan, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan transportasi darat, terutama bagi bus-bus yang melintasi jalur ekstrem. Pemerintah dan operator bus diharapkan dapat lebih ketat dalam melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan dan memastikan kondisi pengemudi sebelum berangkat. Di sisi lain, aksi heroik Aipda Sutrisno menjadi contoh bahwa di tengah tugas berat, anggota Polri tetap mengedepankan kemanusiaan. Semoga Al Arsy Wildan dan korban lainnya segera pulih dan peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih waspada dan peduli terhadap keselamatan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *