Komisi I DPR: Pemerataan Konektivitas Digital Tak Cukup Sinyal, Perlu Pemetaan Blank Spot dan Literasi Digital
Perluasan akses internet patut diapresiasi, tetapi pemerataan konektivitas digital belum berhenti pada hadirnya sinyal. Dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/7/2026), Komisi I DPR RI mengevaluasi kinerja BAKTI Komdigi dalam memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi. Anggota Komisi I DPR RI Mahfudz Abdurrahman menegaskan bahwa tujuan pembangunan konektivitas bukan hanya membuat seluruh wilayah terhubung, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh layanan yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan secara produktif.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI Jefry Romdhony mendorong agar perluasan jaringan terus dilakukan, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Menurutnya, kualitas internet juga harus terus ditingkatkan agar masyarakat dapat mengirim dan menerima data tanpa hambatan, loading, maupun buffering. Jefry juga menyoroti pentingnya penguatan literasi digital seiring pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Masyarakat harus dibekali kemampuan menggunakan teknologi secara bijak agar terhindar dari berbagai bentuk kejahatan di ruang digital. “Literasi digital sangat penting bagi masyarakat. Kalau literasinya kurang, di era digitalisasi ini masyarakat berpotensi menjadi korban kejahatan,” ujar Jefry .
Sebelumnya, dalam kunjungan kerja serupa di Pekanbaru pada November 2025, Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal Marzuki Ibrahim menemukan sejumlah kendala teknis di lapangan, mulai dari gangguan cuaca, aktivitas ternak warga, hingga anak-anak sekolah yang memanjat area pemasangan perangkat . Ia juga menyoroti lambatnya respons pemeliharaan oleh vendor BAKTI Komdigi yang sering kali memakan waktu 2–3 hari setelah laporan masuk .
Komisi I DPR RI mendorong BAKTI Komdigi memperkuat pemetaan titik blank spot, menjaga keandalan infrastruktur, meningkatkan kualitas jaringan, serta memastikan anggaran konektivitas digital digunakan secara tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi pendidikan, kesehatan, pelayanan pemerintahan, dan perekonomian masyarakat. Jefry Romdhony menekankan bahwa pembangunan jaringan internet tanpa diiringi peningkatan kemampuan pengguna berpotensi menciptakan kesenjangan baru . Ia juga mendorong program literasi digital secara terstruktur menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar, orang tua, hingga pelaku UMKM .
