Wapres Gibran Tinjau Progres Tol Betung–Jambi, Target Rampung 2027 dan Pemangkasan Waktu Tempuh Signifikan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau progres pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir yang menghubungkan wilayah perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan, Kamis (16/7/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan percepatan pembangunan infrastruktur strategis nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Peninjauan difokuskan pada ruas Tol Betung–Jambi yang termasuk dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatra. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di kawasan yang selama ini mengandalkan jalur darat yang panjang dan sering mengalami kemacetan.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Operasi III PT Hutama Karya, Iwan Hermawan, memaparkan perkembangan pembangunan serta manfaat yang akan dirasakan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kehadiran jalan tol akan memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan. Perjalanan yang sebelumnya bisa memakan waktu hingga lima jam, bahkan lebih saat macet, nantinya dapat ditempuh sekitar dua jam melalui jalan tol. Jarak tempuh juga berkurang dari 210 kilometer menjadi sekitar 170 kilometer.
Pemangkasan waktu dan jarak ini bukan sekadar angka, tetapi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Petani dan pedagang dari Jambi yang biasa membawa hasil bumi ke Sumatera Selatan akan menghemat waktu dan biaya operasional. Pengiriman barang yang sebelumnya memakan waktu hampir setengah hari kerja kini dapat diselesaikan dalam hitungan jam, meningkatkan efisiensi dan daya saing produk lokal.
Iwan Hermawan menambahkan, keberadaan tol tersebut akan memperkuat konektivitas antara Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan, meningkatkan efisiensi jalur perdagangan, serta membantu mengurangi kemacetan di jalur utama yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Jalan alternatif ini juga akan mengurangi beban jalan nasional yang sudah padat, memperpanjang usia pakai infrastruktur yang ada.
Tak hanya itu, pembangunan jalan tol juga dinilai membuka peluang pemanfaatan lahan di sepanjang koridor jalan. Sekitar 896 ribu hektare lahan nonproduktif berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian yang dapat menunjang perekonomian masyarakat. Lahan yang sebelumnya sulit diakses karena jauh dari jalur utama kini memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi karena terhubung dengan jaringan tol.
Ruas Tol Betung–Jambi juga diharapkan menjadi alternatif mobilitas baru, khususnya untuk pergerakan masyarakat dari wilayah Batanghari bagian selatan menuju wilayah utara, sehingga aktivitas ekonomi di Provinsi Jambi semakin berkembang. Akses yang lebih cepat dan lancar akan mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang koridor tol, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Wapres menegaskan pentingnya penyelesaian proyek sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat konektivitas nasional. “Kita pastikan progres pembangunannya berjalan optimal sehingga selesai tepat waktu dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Gibran.
Usai menerima paparan, Wapres turut meninjau langsung salah satu segmen ruas Tol Betung–Jambi dengan melintasi jalur yang tengah dibangun. Hal ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami hambatan berarti yang dapat memperlambat penyelesaian.
Sebagai informasi, Jalan Tol Betung–Jambi memiliki panjang sekitar 170 kilometer. Hingga saat ini, sekitar 52 kilometer ruas telah selesai dibangun, sementara keseluruhan proyek ditargetkan rampung pada 2027. Sebelumnya, Hutama Karya menargetkan ruas Tol Betung–Jambi di Sumatera Selatan dapat beroperasi penuh pada akhir 2028. Namun, pemerintah mendorong percepatan agar target operasional dapat dimajukan.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Musi Banyuasin M. Toha Tohet, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Kehadiran para kepala daerah ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan dua provinsi strategis ini.
Proyek Tol Betung–Jambi merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun konektivitas yang merata di seluruh Indonesia. Bagi masyarakat Jambi dan Sumatera Selatan, tol ini adalah jawaban atas keluhan panjang selama bertahun-tahun tentang jalur darat yang memakan waktu dan biaya. Setelah 2027, perjalanan antarprovinsi tidak lagi menjadi momok yang melelahkan. Ekonomi akan menggeliat, produk lokal akan lebih mudah dipasarkan, dan akses ke layanan publik akan semakin dekat. Akselerasi pembangunan yang digaungkan oleh Presiden Prabowo mulai terlihat nyata, tidak hanya di kota besar, tetapi juga di perbatasan yang selama ini terpinggirkan.
