Juli 18, 2026

Indonesia Segera Miliki Kapal Induk Pertama, Giuseppe Garibaldi Hibah Italia Ditargetkan Tiba Sebelum HUT TNI

IMG_20260717_225659

Indonesia selangkah lagi akan memiliki kapal induk pertama dalam sejarah. Kapal induk eks-Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi, yang telah berusia lebih dari empat dekade, kini tengah masuk tahap persiapan akhir sebelum dibawa ke Tanah Air. Kapal perang raksasa berbobot 14.150 ton ini ditargetkan resmi tiba dan diserahkan sebelum peringatan HUT TNI ke-81 pada 5 Oktober 2026.

Rencana akuisisi ini sejatinya telah bergulir sejak Maret 2025, ketika Indonesia menyatakan ketertarikannya untuk memboyong kapal tersebut. Kementerian Pertahanan mengonfirmasi bahwa Giuseppe Garibaldi akan diperoleh melalui skema hibah dari pemerintah Italia, bukan dibeli. Italia memilih menghibahkan kapal ini karena biaya pembongkaran (scrapping) diperkirakan mencapai hampir €19 juta (sekitar Rp340 miliar), jauh lebih mahal dibandingkan biaya pemeliharaan hingga transfer yang hanya sekitar €5 juta. Namun demikian, Indonesia tetap mengalokasikan anggaran untuk proses retrofit atau penyesuaian agar kapal ini sesuai dengan kebutuhan operasional TNI AL. Nilai retrofit yang digarap Fincantieri ini diperkirakan mencapai sekitar 450 juta dolar AS atau sekitar Rp8,1 triliun.

Prajurit TNI Angkatan Laut yang akan mengawaki kapal tersebut sudah berada di Italia untuk menjalani pelatihan intensif. TNI AL telah mengirim 100 personel ke Italia untuk berlatih bersama galangan kapal Fincantieri, mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengoperasikan kapal induk. Kapal ini direncanakan akan dibawa ke Indonesia dengan skema joint crew, yaitu pengawakan gabungan antara personel TNI AL dan Angkatan Laut Italia. Usai tiba di Indonesia, proses serah terima akan dilaksanakan secara bertahap hingga mencapai 100 persen pengawakan oleh prajurit TNI Angkatan Laut.

Kapal ini nantinya akan ditempatkan di Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung, yang fasilitas labuh dan sandarnya tengah disiapkan. Kapal ini juga akan diubah namanya menjadi KRI Gajah Mada. Jika resmi masuk armada TNI AL, Indonesia akan menjadi negara kelima di Asia yang memiliki kapal induk. Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi menilai, kapal induk ini sangat ideal jika ditempatkan di perairan Natuna untuk menegaskan kehadiran fisik dan kedaulatan mutlak negara di wilayah perbatasan maritim.

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan (light aircraft carrier) yang dibangun untuk Angkatan Laut Italia pada 1980-an. Diluncurkan pada 4 Juni 1983 dan mulai bertugas pada 1985, kapal ini merupakan kapal perang pertama Italia yang dirancang dengan dek penerbangan penuh (full-length flight deck) yang mampu mengoperasikan pesawat bersayap tetap dan helikopter. Selama hampir empat dekade, kapal ini menjadi kapal bendera (flagship) Italia dan berpartisipasi dalam operasi militer di Somalia, Kosovo, Afghanistan, dan Libya, sebelum akhirnya dipensiunkan pada 1 Oktober 2024.

Secara dimensi, kapal ini memiliki panjang 180,2 meter, lebar 33,4 meter, dan bobot sekitar 14.150 ton saat muatan penuh. Didukung sistem propulsi COGAG (Combined Gas Turbine and Gas Turbine) dengan empat turbin gas General Electric/Avio LM2500 yang menghasilkan daya total hingga 82.000 shaft horsepower (shp), kapal ini mampu melaju hingga kecepatan 30 knot (sekitar 56 km/jam) dengan jangkauan operasional sekitar 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot.

Sebagai kapal induk yang juga mewarisi karakteristik kapal penjelajah, Garibaldi memiliki sistem pertahanan diri yang terbilang sangat kuat. Kapal ini dilengkapi dengan peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide, meriam kembar Oto Melara 40L70 DARDO, serta tabung torpedo rangkap tiga 324 mm.

Dek penerbangannya dirancang dengan konsep STOVL (Short Take-Off and Vertical Landing), memungkinkan kapal ini mengoperasikan pesawat tempur seperti AV-8B Harrier II dan berbagai helikopter seperti EH-101 Merlin, SH90A, dan AB212. Kapal ini juga mampu mengangkut sekitar 600 kru inti, 230 personel grup udara, 100 personel komando, dan dalam kondisi tertentu hingga 600 pasukan komando tambahan.

Kehadiran Giuseppe Garibaldi akan menjadi tonggak baru dalam modernisasi alutsista Indonesia, sekaligus memperkuat kemampuan operasi amfibi, pengendalian wilayah maritim, serta misi bantuan kemanusiaan di Indonesia. Namun, langkah ini juga menghadirkan tantangan besar. Dengan usia yang telah mencapai 42 tahun, biaya perawatan dan operasional kapal ini dipastikan tidaklah murah. TNI AL pun dituntut untuk menyiapkan tidak hanya infrastruktur pendukung, tetapi juga sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengoperasikan sistem persenjataan yang kompleks ini. Keberhasilan integrasi kapal induk ke dalam armada akan sangat menentukan apakah langkah strategis ini benar-benar mampu mendongkrak kekuatan maritim Indonesia atau justru menjadi beban berat yang menguras anggaran pertahanan di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *