Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Mentan Amran: Susu Fondasi Generasi Unggul Indonesia
Setelah menumbangkan Argentina dengan skor 1-0 di final Piala Dunia, Spanyol kembali menjadi raja sepak bola dunia. Kemenangan dramatis La Roja di Piala Dunia FIFA 2026 itu disambut oleh jutaan pendukungnya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Perbincangan di berbagai belahan dunia di balik keberhasilan tersebut terus mencuat, mulai dari pembinaan usia dini, disiplin latihan, hingga pentingnya pemenuhan gizi yang menjadi fondasi lahirnya atlet-atlet elite yang mampu bersaing di panggung tertinggi.
Euforia kemenangan tersebut ikut menjadi inspirasi dalam kegiatan peletakan batu pertama peternakan sapi perah modern oleh PT Global Dairi Bersama (GDB) di Brebes, Jawa Tengah, pada Senin (20/7). Di hadapan para pelajar sekolah menengah pertama, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengajak mereka membayangkan suatu hari nanti Indonesia mampu berdiri di panggung tertinggi sepak bola dunia. Menurutnya, mimpi besar itu perlu disokong dari kualitas gizi yang dikonsumsi sejak dini, selain melalui latihan dan bakat yang terus diasah.
Mentan Amran menegaskan bahwa susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, penguatan industri persusuan nasional bukan sekadar mengejar target produksi, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing. “Kalau ingin anak-anak kita tumbuh tinggi, besar, sehat, bisa bermain sepak bola dan suatu hari merebut Piala Dunia, kalian harus minum susu,” ucapnya dalam sambutan peletakan batu pertama.
Pesan tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mempercepat swasembada susu nasional. Menurut Mentan Amran, pembangunan peternakan sapi perah modern seperti PT GDB bukan sekadar menambah produksi susu dalam negeri, tetapi juga membangun fondasi bagi lahirnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Peletakan batu pertama PT GDB sendiri menjadi salah satu langkah nyata menuju tujuan tersebut, dengan peternakan yang ditargetkan mampu memproduksi sekitar 180 ribu ton susu segar setiap tahun atau hampir 20 persen dari produksi susu nasional saat ini.
Kehadiran peternakan sapi perah modern di Brebes ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri susu hingga terciptanya ekonomi lokal secara berkelanjutan. Proyek ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan ribuan petani dan peternak di sekitar lokasi. Pemerintah pun saat ini berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi para investor, mulai dari proses perizinan hingga pendampingan administrasi. “Yang terpenting di sini pemerintah akan mengawal dan mempermudah investasi. Kita harus berkolaborasi. Kalau butuh legalitas, jajaran Kementerian Pertanian siap membantu,” tutur Mentan Amran.
Mentan Amran optimistis, dengan semakin banyak investasi serupa di berbagai daerah, cita-cita swasembada susu bukan lagi sekadar angan. Menurutnya, Indonesia memiliki pasar yang besar, sumber daya yang melimpah, dan dukungan kebijakan pemerintah yang semakin kuat. Keberhasilan Spanyol di Piala Dunia 2026 mengingatkan bahwa keberhasilan di panggung dunia dimulai dari fondasi gizi dan pembinaan sejak dini. Dengan membangun industri susu nasional yang kuat, Indonesia tidak hanya mengejar kemandirian pangan, tetapi juga mempersiapkan generasi emas yang siap bersaing di tingkat global, baik di lapangan hijau maupun di berbagai bidang kehidupan lainnya.
