September 1, 2026

Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Vulkanik Membumbung 3,5 Kilometer

IMG-20260831-WA0031

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan. Gunung api dengan ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut ini mengalami erupsi hebat pada Senin (31/8/2026) pagi, memuntahkan kolom abu vulkanik tebal ke angkasa.

Erupsi terekam mulai pukul 10.17 WIB dan masih berlangsung hingga siang hari. Berdasarkan pengamatan visual, kolom abu vulkanik teramati mencapai ketinggian 3.500 meter (3,5 kilometer) di atas puncak gunung. Jika diukur dari permukaan laut, ketinggian kolom abu mencapai sekitar 5.960 meter.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, melaporkan bahwa kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur dan tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi sementara kurang lebih 1 jam 1 menit 48 detik. Hingga pukul 11.14 WIB, abu vulkanik masih terlihat keluar dari sekitar puncak gunung.

Status dan Zona Bahaya

Saat ini, Gunung Sinabung berada pada Status Level II (Waspada). Meskipun demikian, pihak berwenang telah mengeluarkan rekomendasi keselamatan yang ketat:

· Radius Bahaya: Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung.
· Zona Sektoral: Untuk wilayah selatan-timur, radius bahaya diperluas hingga 4,5 kilometer.
· Wilayah Relokasi: Dilarang melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi.

Imbauan dan Kewaspadaan

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan dari Badan Geologi dan PVMBG.

· Potensi Lahar Dingin: Warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya banjir lahar dingin.
· Koordinasi: Pemerintah Kabupaten Karo diminta untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung dan PVMBG guna memantau perkembangan aktivitas.
· Hujan Abu: Hujan abu dilaporkan mengarah ke timur dan tenggara, sehingga masyarakat di wilayah tersebut diharapkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat diimbau untuk tidak terpancing isu hoaks dan hanya merujuk pada informasi resmi dari Badan Geologi Kementerian ESDM dan PVMBG untuk perkembangan terkini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *