Polri Kerahkan 260 Personel untuk Percepat Penanganan Dampak Gempa di Flores, NTT
Polri mengerahkan 260 personel untuk mempercepat penanganan dampak gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemberangkatan diawali apel gelar pasukan di Terminal Cargo Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (15/8). Langkah ini diambil untuk memastikan respons cepat dan terkoordinasi di wilayah terdampak.
Sebanyak 137 personel diberangkatkan pada tahap awal, terdiri dari 101 personel SAR Brimob, 14 DVI dan Dokkes, 9 Humas, 3 Slog, serta 10 Propam. Tim tersebut diperkuat peralatan SAR dan selanjutnya akan didukung personel K9 (anjing pelacak) untuk membantu pencarian korban di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.
Polri juga berkoordinasi dengan TNI, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait untuk memastikan penanganan bencana di Flores dan wilayah NTT berjalan cepat dan maksimal. “Prioritas utama Polri saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat, melakukan evakuasi, memberikan pertolongan kepada korban, serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani,” tutur Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P.
Kehadiran personel Polri di lokasi bencana diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi, pendistribusian bantuan, dan pemulihan keamanan serta ketertiban di pengungsian. Mari bersama-sama membantu saudara-saudara kita di NTT yang sedang menghadapi musibah. Uluran tangan dan dukungan dari seluruh elemen bangsa sangat berarti bagi masyarakat yang terdampak. Sinergi dan solidaritas adalah kunci untuk melewati masa sulit ini dan membangun kembali kehidupan mereka. #BersamaBantuNTT
