Kabut Asap Tebal, Batik Air dan Super Air Jet Gagal Mendarat di Jambi
Dua pesawat dari Jakarta tujuan Jambi gagal mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi, Minggu (23/8/2026), akibat jarak pandang yang tidak memenuhi syarat keselamatan penerbangan karena kabut asap .
Batik Air yang dijadwalkan tiba pukul 10.40 WIB dialihkan ke Batam. Sementara Super Air Jet yang seharusnya mendarat pukul 11.30 WIB dialihkan ke Palembang .
General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, menjelaskan bahwa pengalihan dilakukan demi keselamatan penumpang dan kru pesawat . Jarak pandang di bandara turun drastis dari 5.000 meter pada pukul 09.30 WIB menjadi 1.000 meter pada pukul 10.30 WIB dan bertahan hingga pukul 11.30 WIB .
Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6804 membawa 138 penumpang dewasa dan satu bayi . Sementara Super Air Jet IU 842 membawa 120 penumpang dewasa dan satu anak . Kedua pesawat menggunakan Airbus A320 .
Pihak bandara memastikan jarak pandang kemudian kembali normal menjadi 3.500 meter . Pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta tujuan Jambi berhasil mendarat pada pukul 13.44 WIB . Namun dua pesawat yang dialihkan ke Batam dan Palembang belum dapat mendarat hingga siang hari .
Kabut asap ini muncul dampak kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Jambi . Berdasarkan data BPBD, luas lahan terbakar di Provinsi Jambi sejak Januari hingga 16 Agustus mencapai 658,29 hektare .
Masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara Thaha diimbau memantau jadwal penerbangan dan berkoordinasi dengan pihak maskapai . Penanganan karhutla terus dilakukan tim gabungan untuk mencegah dampak asap yang semakin meluas dan mengancam keselamatan penerbangan serta kesehatan masyarakat.
