Lutung Jawa di Muara Gembong Terancam, Populasi Tersisa 50-80 Individu
Lutung jawa (Trachypithecus auratus) di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi simbol sejarah bentang alam pesisir utara Jawa yang kini keberadaannya kian terancam. Menyempitnya ekosistem mangrove akibat alih fungsi lahan menjadi tambak serta padatnya permukiman di bantaran Sungai Citarum membuat ruang hidup primata endemik ini terus tergerus.
Meski maraknya perburuan langsung sudah tidak ditemukan dalam satu dekade terakhir, interaksi dengan manusia tetap terjadi, terutama saat musim kemarau ketika lutung masuk ke pemukiman untuk mencari air tawar. Warga Desa Pantai Ceria pun aktif melindungi satwa ikonik ini dari potensi konflik maupun ancaman pemburu liar, menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian satwa.
Secara ekologis, keberadaan lutung jawa sangat bergantung pada kelestarian hutan mangrove yang juga berfungsi penting dalam mitigasi krisis iklim melalui penyerapan karbon. Hilangnya mangrove tidak hanya mengancam lutung, tetapi juga mengurangi kemampuan alam dalam menahan dampak perubahan iklim.
Berdasarkan estimasi survei Aspera Madyasta Indonesia Foundation akhir 2025, populasi lutung jawa di Muara Gembong diperkirakan tinggal tersisa 50 hingga 80 individu yang tersebar dalam dua kelompok. Kondisi ini makin memprihatinkan karena belum ada lembaga yang melakukan pemantauan jangka panjang secara khusus, padahal pendataan yang konsisten sangat krusial untuk mengukur dinamika populasi, kesehatan habitat, serta merumuskan kebijakan perlindungan desa yang lebih konkret.
Upaya konservasi yang terintegrasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga konservasi sangat diperlukan untuk menyelamatkan lutung jawa dari kepunahan. Restorasi mangrove, pengawasan perburuan, dan edukasi masyarakat menjadi langkah penting yang harus segera diambil. Keberadaan lutung jawa tidak hanya penting bagi keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi indikator kesehatan ekosistem pesisir yang kita warisi. Mari kita jaga bersama warisan alam ini untuk generasi mendatang.
