Agustus 25, 2026

Lima Tahun Taliban Kuasai Kabul: Evakuasi Kacau dan Warisan yang Tertinggal

IMG-20260816-WA0005

Pada hari ini lima tahun lalu, ketika Taliban mengambil alih kendali Afghanistan, ribuan orang berusaha melarikan diri dari negara itu dan berdesakan di Bandara Kabul pada hari itu dan hari-hari berikutnya. Ratusan orang berlari di samping pesawat militer AS pada 15 Agustus 2021, putus asa untuk naik ke pesawat; beberapa tewas saat berusaha berpegangan pada bagian pesawat; orang lain terinjak-injak dalam kerumunan yang putus asa untuk masuk ke bandara.

Sebuah foto yang memperlihatkan ratusan orang berdesakan di dalam pesawat kargo militer AS, yang diambil pada hari pengambilalihan, tersebar luas di seluruh dunia. Gambar itu menjadi simbol kekacauan dan keputusasaan yang menyertai akhir dari dua dekade keterlibatan AS di Afghanistan.

Pasukan AS dan pasukan internasional lainnya mengevakuasi lebih dari 120.000 orang dalam beberapa hari setelah pengambilalihan, termasuk warga Afghanistan yang pernah bekerja untuk mereka dan keluarga mereka. Namun, banyak orang yang pernah bekerja untuk pemerintahan Afghanistan sebelumnya atau militer dan organisasi lain dari AS dan negara-negara sekutu seperti Inggris dan Jerman, serta banyak kritikus vokal Taliban, termasuk aktivis hak-hak perempuan, tertinggal.

Lima tahun kemudian, Afghanistan berada di bawah kekuasaan Taliban yang ketat. Hak-hak perempuan sangat dibatasi, dan ekonomi negara itu hancur. Banyak dari mereka yang tertinggal masih berjuang untuk bertahan hidup, sementara yang lain terus berupaya mencari jalan keluar dari negara itu.

Evakuasi tahun 2021 menjadi pengingat tentang biaya kemanusiaan dari konflik dan pergantian kekuasaan yang tiba-tiba. Masyarakat internasional masih bergulat dengan tanggung jawab mereka terhadap mereka yang tertinggal, sementara Afghanistan terus menghadapi tantangan besar di bawah pemerintahan Taliban. Semoga perdamaian dan stabilitas dapat segera terwujud bagi rakyat Afghanistan, dan hak-hak dasar semua warga negara, terutama perempuan, dapat dihormati dan dilindungi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *