Agustus 24, 2026

Kebakaran Taman Nasional Way Kambas Padam, 673 Hektare Hangus

IMG-20260824-WA0004

Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, akhirnya berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8) malam sekitar pukul 19.00 WIB setelah membakar kawasan sejak Jumat (21/8) siang . Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 673,4 hektare .

Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala berat. Kepala Balai TNWK MHD Zaidi mengungkapkan bahwa kondisi lapangan yang sangat kering, minimnya sumber air, serta medan yang tidak bisa dilalui kendaraan menjadi tantangan utama . Petugas gabungan harus berjalan kaki sekitar satu jam untuk mencapai titik api .

Zaidi menyebutkan adanya indikasi kuat bahwa kebakaran terjadi karena unsur kesengajaan. Ia menduga api sengaja dibakar oleh pihak tidak bertanggung jawab, seperti pemburu liar, sebagaimana pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya . Dugaan ini masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan lebih lanjut.

Tim gabungan yang diterjunkan untuk pemadaman berjumlah sekitar 250 orang, terdiri dari petugas Balai TNWK, TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Masyarakat Mitra Polhut, serta relawan . Personel menggunakan peralatan manual berupa tangki semprot Alpa dan gepyok kayu untuk mengendalikan kobaran api .

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengapresiasi kerja cepat tim gabungan dan memastikan gajah liar di TNWK dalam kondisi aman . Berdasarkan pemantauan drone dan laporan petugas, kelompok gajah liar berada di wilayah utara taman nasional, jauh dari lokasi kebakaran yang terjadi di bagian selatan .

Kemenhut mengirim utusan ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan efektif . Setelah api padam, petugas melakukan pendinginan dan pemantauan lanjutan untuk mencegah munculnya kembali titik api, mengingat karakteristik lahan gambut yang rawan terbakar kembali .

Balai TNWK akan meningkatkan intensitas patroli dan pengamanan kawasan serta memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat sebagai langkah antisipasi . Insiden ini menjadi alarm serius di tengah musim kemarau dan ancaman El Nino yang meningkatkan kerentanan kebakaran di kawasan konservasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *