Agustus 25, 2026

Ekspor Robot Bedah China Melonjak 3,3 Kali Lipat, Tembus 49 Negara

IMG-20260825-WA0035

Ekspor robot bedah buatan China mencapai 480 juta yuan (sekitar Rp1,05 triliun) pada paruh pertama 2026, melonjak 3,3 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah negara tujuan ekspor pun berkembang signifikan, dari 23 negara pada 2025 menjadi 49 negara di semester I 2026.

Robot Bedah Jadi Andalan Ekspor Teknologi Tinggi

Kepala Bea Cukai China, Wang Jun, mengungkapkan pertumbuhan ini menempatkan robot bedah sebagai salah satu motor baru ekspor teknologi tinggi China, bersama robot industri, robot pembersih, dan robot bionik cerdas.

“Industri robot China telah mencapai perkembangan lompatan, dengan ekspor yang terus meluas dan produk yang diadopsi secara luas dalam produksi dan kehidupan sehari-hari di seluruh dunia,” ujar Wang Jun.

Data Bea Cukai China menunjukkan industri robot China telah tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, China untuk pertama kalinya menjadi pengekspor neto robot industri.

Perusahaan Raksasa Dorong Ekspansi Global

Lonjakan ekspor ini didorong oleh performa sejumlah perusahaan terkemuka. MicroPort MedBot, salah satu produsen utama, mencatat lebih dari 120 pesanan baru untuk sistem bedah laparoskopi di luar negeri pada paruh pertama 2026, melebihi total pesanan sepanjang tahun 2025. Perusahaan ini telah memperoleh akses pasar di lebih dari 100 negara dan wilayah.

Perusahaan lain, Shenzhen Edge Medical, melaporkan pengiriman atau pemasangan lebih dari 100 unit robot bedah di luar negeri hingga akhir Mei 2026. Bahkan, sebuah robot bedah buatan China berhasil memenangkan tender di rumah sakit ternama Spanyol dengan harga 2,42 juta euro (sekitar Rp42,3 miliar), rekor tertinggi untuk ekspor robot bedah China.

Keunggulan dan Tantangan

China, yang sebelumnya mendominasi ekspor produk manufaktur tradisional, kini beralih ke industri bernilai tambah tinggi. Kombinasi harga kompetitif, inovasi teknologi, dan layanan purna jual yang mumpuni menjadi daya tarik utama produk China di mata konsumen global. Beberapa perusahaan China bahkan telah unggul dalam teknologi operasi jarak jauh.

Meski demikian, ekspansi ini menghadapi sejumlah tantangan, termasuk proses regulasi dan sertifikasi yang ketat di berbagai negara, serta persaingan dengan pemain global mapan seperti Da Vinci Surgical System dari Amerika Serikat yang masih menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar global.

Dengan pasar robot bedah global diproyeksikan tumbuh dari sekitar 102 miliar dolar AS pada 2024 menjadi 451 miliar dolar AS pada 2032, China berupaya keras merebut porsi yang lebih besar dari pasar bernilai miliaran dolar ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *