September 1, 2026

Danantara Groundbreaking PSEL Bekasi, Sulap 1.500 Ton Sampah Jadi Listrik

IMG-20260828-WA0055

Danantara Indonesia, melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), meresmikan pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi, pada Rabu (26/8/2026). Proyek strategis nasional ini merupakan realisasi dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan .

Investasi Rp3 Triliun, Operasi 2028

Dengan nilai investasi mencapai Rp3 triliun, PSEL Bekasi dirancang untuk mengolah 1.500 ton sampah per hari atau lebih dari 500.000 ton per tahun . Fasilitas ini mampu menangani sekitar 70 persen timbulan sampah terolah di Kota Bekasi dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028 .

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa proyek ini menjadi solusi nyata atas darurat sampah di Kota Bekasi, mengingat TPA setempat telah melampaui kapasitas . Ia menyebut proyek ini akan menciptakan hampir 1.000 lapangan kerja hijau dan mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga 90 persen .

Energi Hijau dan Teknologi Ramah Lingkungan

PSEL Bekasi akan menyuplai energi hijau untuk 55.000 rumah di Kota Bekasi . Dari sisi lingkungan, proyek ini menargetkan penurunan emisi sampah dari TPA hingga 80 persen dan pengurangan emisi karbon sekitar 640.000 ton CO2 per tahun .

Fasilitas ini menggunakan teknologi moving grate incinerator yang dilengkapi Air Pollution Control System (APCS) . Teknologi ini mengikuti standar lingkungan ketat dari European Union Industrial Emissions Directive (EU IED), sehingga disebut ramah lingkungan dan minim emisi . Selain itu, PSEL Bekasi akan bersinergi dengan teknologi pirolisis untuk mengolah timbunan sampah eksisting menjadi bahan bakar minyak .

Dukungan dan Landasan Kuat

Proyek ini telah mengantongi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang diserahkan Kementerian Lingkungan Hidup pada 24 Agustus 2026 . Dalam peresmian, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dengan PLN, yang menjamin pembelian listrik hasil olahan dengan harga US$ 0,20 per kWh sesuai amanat Perpres 109/2025 .

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan optimisme bahwa kolaborasi lintas sektor ini dapat mempercepat penanganan persoalan sampah di Indonesia . PSEL Bekasi adalah proyek kedua yang mulai dibangun Danantara, menyusul PSEL Denpasar Raya yang dimulai pada Juli 2026 .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *