September 1, 2026

Gunung Merapi Erupsi Dua Hari Berturut-turut, Luncurkan Awan Panas 2 Kilometer

IMG-20260830-WA0024

Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter ke arah barat daya dalam dua hari berturut-turut. Erupsi pertama terjadi pada Jumat (28/8/2026) pukul 21.22 WIB, dan erupsi kedua menyusul pada Sabtu (29/8/2026) pukul 09.18 WIB.

Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat bahwa awan panas guguran pertama memiliki amplitudo maksimum 87,74 mm dengan durasi 116,97 detik, sementara erupsi kedua tercatat dengan amplitudo 31,9 mm dan durasi 142,28 detik. Kedua luncuran awan panas tersebut mengarah ke sektor barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat atau Kali Putih.

Status Siaga Level III

Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan status aktivitas Gunung Merapi tetap berada di Level III atau Siaga. Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa luncuran awan panas yang mencapai jarak dua kilometer ini dipicu oleh volume longsoran yang cukup besar serta suplai magma yang masih intensif mendorong kubah lava.

“Karena volume longsorannya cukup besar. Suplai magma juga masih intensif mendorong kubah lava,” ujar Agus.

Dampak Kebakaran Hutan

Aktivitas erupsi Gunung Merapi juga menyebabkan kebakaran hutan di kawasan lereng gunung. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Tutut Heri Wibowo, membenarkan bahwa api sempat menyala hingga pagi hari di titik Jurangjero. Kepala BPPTKG menyebut api sempat membakar vegetasi seluas sekitar 100 meter persegi, namun tidak menjalar dan dapat padam dengan sendirinya. Tidak ada dampak terhadap masyarakat maupun permukiman akibat kejadian tersebut.

Imbauan dan Zona Bahaya

BPPTKG menetapkan zona bahaya di sektor selatan-barat daya yang mencakup Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan jarak maksimal 7 kilometer. Di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.

Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati daerah bahaya, termasuk alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Warga diminta mematuhi seluruh rekomendasi dan arahan resmi terkait aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

“Tingkat Aktivitas Gunung Merapi saat ini SIAGA (Level III). Tetap patuhi rekomendasi,” demikian pernyataan resmi Badan Geologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *