September 1, 2026

TNI Kerahkan 308 Personel Tambahan, Total 1.138 Personel Penyuluh Perkuat Penanganan Karhutla

IMG-20260830-WA0032

Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menambah jumlah personel penyuluh untuk mendukung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan. Sebanyak 308 personel penyuluh diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu (29/8/2026).

Dari jumlah tersebut, 216 personel penyuluh diterbangkan menuju Pontianak, Kalimantan Barat, sedangkan 92 personel lainnya menuju Balikpapan, Kalimantan Timur. Pengerahan terbaru ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung pemerintah menangani Karhutla secara terpadu.

Total 1.138 Personel Penyuluh Telah Dikerahkan

Sampai saat ini, TNI telah mengerahkan total 1.138 personel penyuluh untuk memperkuat penanganan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan. Sebelumnya, pada 24-27 Agustus 2026, TNI telah memberangkatkan 583 personel penyuluh yang terdiri atas 50 Perwira Tinggi (Pati) dan 533 Perwira Menengah (Pamen) dari TNI AD, TNI AL, TNI AU, serta Mabes TNI.

Sebanyak 248 personel penyuluh tambahan juga telah dikerahkan ke sejumlah wilayah Sumatra pada Jumat (28/8/2026), dengan 209 personel menuju Lampung, Palembang, dan Pekanbaru, serta 39 personel menuju Palembang.

Personel dari Berbagai Unsur TNI

Pengerahan terbaru sebanyak 308 personel Pati dan Pamen tersebut berasal dari Mabes TNI, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Sesko TNI, dan Seskoal. Para personel selanjutnya akan melaksanakan tugas penyuluhan dan membantu memperkuat penanganan Karhutla di wilayah yang telah ditentukan.

Tugas Penyuluhan dan Edukasi

Personel penyuluh yang dikerahkan akan mendukung penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari langkah preventif untuk mencegah serta menangani Karhutla. Kehadiran personel di lapangan diharapkan memperkuat edukasi kepada masyarakat sekaligus mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

Melalui kehadiran personel di lapangan, TNI terus memperkuat sinergi dengan seluruh unsur terkait guna mencegah meluasnya Karhutla serta melindungi masyarakat dan lingkungan. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga lingkungan serta keselamatan warga dari dampak Karhutla.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *