September 1, 2026

Kementerian PU Terus Salurkan Air Bersih di Tengah Kekeringan dan Karhutla

IMG-20260831-WA0036

Di tengah musim kemarau panjang yang melanda berbagai wilayah Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Dukungan diberikan melalui penyediaan mobil tangki dan hidran umum, serta distribusi air bersih di sejumlah daerah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Kalimantan Barat. Hingga 21 Agustus 2026, Kementerian PU telah berhasil menangani 1.064 dari total 1.216 kejadian kekeringan yang dilaporkan, atau mencapai 88 persen.

Bantuan Air Bersih di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Di Jawa Tengah, Kementerian PU mengerahkan 16 unit mobil tangki air dan 105 unit hidran umum untuk mengatasi dampak kekeringan. Sebanyak 29.000 liter air bersih telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan 647 warga yang terdampak krisis air di empat desa di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penyaluran dilakukan di Desa Sidomulyo, Kabupaten Boyolali; Desa Mernung dan Desa Ngroto di Kabupaten Blora; serta wilayah lainnya.

Penanganan Kekeringan di Kalimantan Barat

Di Kalimantan Barat, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter. Selain itu, Kementerian PU juga mengerahkan pompa hingga tangki air untuk menangani kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut. Dukungan distribusi air diperkuat dengan lima unit mobil truk air bersih berkapasitas 4.000 liter.

Upaya Terpadu di Berbagai Wilayah

Kementerian PU juga menyalurkan bantuan air bersih di berbagai wilayah lain. Di Kabupaten Lebak, Banten, BBWS Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) mengirimkan 25.000 liter air bersih ke enam titik. Di Bekasi, BBWS Ciliwung Cisadane menyalurkan 8.000 liter air bersih untuk 120 kepala keluarga. Di Gorontalo, Kementerian PU mendistribusikan 67.000 liter air bersih secara bertahap sejak 14 hingga 31 Juli 2026. Di Nusa Tenggara Timur, BBWS Nusa Tenggara II menyalurkan 55.000 liter air bersih ke berbagai sudut Kota Kupang.

Komitmen Menteri PU

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa Kementerian PU terus mengoptimalkan sumber daya dan infrastruktur yang tersedia untuk menjaga akses air bagi masyarakat terdampak kekeringan. “Penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu,” kata Menteri Dody. Pihaknya juga terus memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap dampak kekeringan, termasuk dengan mengoptimalkan sumber daya air yang tersedia.

Hingga 5 Agustus 2026, Kementerian PU telah melakukan penanganan kekeringan pada 492 lokasi di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 105 lokasi sawah untuk menyelamatkan areal sawah seluas 22.210 hektare dan 387 lokasi permukiman untuk melayani air bersih.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian PU untuk melindungi masyarakat dan lingkungan, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *