September 1, 2026

Mentan Amran Pecat Permanen 13 Pegawai Kementan Terbukti Judi Online: Titik!

IMG-20260831-WA0034

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengambil langkah tegas dengan mencopot permanen 13 pegawai Kementerian Pertanian yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin berupa bermain judi online. Keputusan ini diumumkan seusai memimpin rapat di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (31/8/2026).

“13 orang kami copot karena tidak disiplin, ikut judi online. Kami copot semua,” tegas Mentan Amran. Ia memastikan pencopotan tersebut bersifat permanen dan meminta Inspektur Jenderal serta Sekretaris Jenderal Kementan untuk segera menyiapkan pengganti agar pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. “Yang jelas dicopot permanen, diganti, titik,” ujarnya.

Bukan Keputusan Tiba-tiba, Pembinaan Telah Diberikan

Mentan Amran menjelaskan bahwa keputusan ini tidak diambil secara tiba-tiba. Sebelumnya, pembinaan dan peringatan telah diberikan kepada pegawai yang melakukan pelanggaran. Namun, ketika pelanggaran kembali terjadi, ia menilai tindakan yang lebih tegas harus diambil.

“Dulu pernah ada kecil-kecil, kami beri peringatan. Kami mencoba pembinaan, memberi peringatan. Ternyata berulang. Ah, lebih baik ini diberhentikan, dicopot sekalian,” tegasnya. Ia juga menegaskan bahwa pembinaan tidak berarti membiarkan pelanggaran terus berulang. “Kami sudah beri tahu ke depan tidak menutup kemungkinan saya berhentikan. Saya ulangi, kalau mengulangi, peluangnya sangat besar saya berhentikan,” tambahnya.

Ketegasan sebagai Bentuk Kepedulian

Bagi Mentan Amran, ketegasan tersebut justru merupakan bentuk kepedulian terhadap pegawai yang dibinanya. Ia tidak ingin bawahannya terus melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarganya.

“Karena kasihan pada anaknya, kasihan pada istrinya. Masa saya lebih sayang anaknya daripada mereka? Dan itulah bukti cinta saya pada mereka,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa setiap ASN Kementan merupakan pelayan masyarakat sehingga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga perilaku di dalam maupun di luar kedinasan. “Ini tidak boleh, ini melanggar, kita sebagai umat beragama, kita sebagai anak bangsa, apalagi kita PNS, kita ini pelayan, itu tidak boleh. Enggak boleh memberi contoh yang tidak baik,” ujar Mentan Amran.

Komitmen Membangun Aparatur Berintegritas

Mentan Amran mengatakan tanggung jawab pimpinan bukan hanya memberikan pekerjaan, tetapi juga membina jajaran agar menjadi pribadi dan aparatur yang lebih baik. “Saya sebagai bapaknya mereka-mereka, saya harus bina ke jalan yang baik. Bina mereka supaya dia menjadi manusia yang baik, pelayan yang baik, pegawai teladan, ASN teladan. Jadi saya wajib membinanya,” tegasnya.

Langkah tegas ini menjadi bagian dari komitmen Kementan dalam membangun aparatur yang disiplin, berintegritas, dan mampu menjadi teladan. Pembinaan akan terus dilakukan, namun pelanggaran yang berulang akan diikuti dengan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku. Melalui ketegasan tersebut, Mentan Amran ingin memastikan seluruh jajaran Kementan memahami bahwa menjadi ASN berarti memegang amanah untuk melayani masyarakat. Karena itu, setiap pegawai dituntut menjaga integritas, kedisiplinan, dan kepercayaan yang diberikan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *