Bennett–Lapid Bentuk Koalisi “Bersama”, Tantang Dominasi Netanyahu Jelang Pemilu
Ininih.com –
Dua mantan perdana menteri Israel, Naftali Bennett dan Yair Lapid, resmi membentuk koalisi politik baru bernama “Bersama” (Beyahad/Together) sebagai langkah strategis menghadapi pemilu nasional paling lambat Oktober 2026.
Pengumuman dilakukan pada 26 April 2026 dalam konferensi pers bersama. Dalam struktur awal, Bennett akan memimpin koalisi, sementara Lapid menjadi mitra kunci dalam membangun basis dukungan lintas spektrum politik.
Tujuan utama koalisi ini jelas: menantang dominasi Benjamin Netanyahu yang telah lama mendominasi politik Israel. Bennett secara terbuka menyatakan bahwa ini adalah momentum untuk mengakhiri era panjang kepemimpinan Netanyahu.
Dari sisi strategi, koalisi “Bersama” mengambil pendekatan berbeda dibandingkan 2021. Mereka menegaskan hanya akan bekerja sama dengan partai Zionis dan menutup opsi koalisi dengan partai Arab. Ini menunjukkan reposisi politik untuk memperkuat daya tarik di basis pemilih kanan dan tengah.
Namun, tantangan utamanya adalah matematika politik. Jajak pendapat awal menunjukkan koalisi ini belum cukup kuat untuk mencapai mayoritas 61 kursi di parlemen. Artinya, mereka tetap membutuhkan aliansi tambahan untuk membentuk pemerintahan.
Secara historis, Bennett dan Lapid bukan pemain baru dalam kerja sama politik. Keduanya pernah membentuk pemerintahan pada 2021 yang berhasil menjatuhkan Netanyahu, tetapi hanya bertahan 18 bulan sebelum runtuh akibat konflik internal.
Kondisi saat ini berbeda. Koalisi baru ini lahir dengan tujuan lebih spesifik dan pendekatan yang lebih terfokus: bukan sekadar berkuasa, tetapi mengkonsolidasikan oposisi dalam satu blok yang lebih solid.
koalisi-bennett-lapid-bersama-israel
bennett lapid, koalisi israel 2026, pemilu israel, netanyahu oposisi, politik israel
Bennett dan Lapid bentuk koalisi Bersama untuk menantang Netanyahu jelang pemilu Israel 2026
