Demo “Usir AS” di Pangkalan RAF Fairford Memuncak, Disusul Kebakaran Misterius
ininih.com – Ratusan demonstran anti-perang memadati area luar pangkalan RAF Fairford, Inggris, menuntut penghentian penggunaan fasilitas militer tersebut oleh Amerika Serikat dalam operasi terkait konflik Iran. Aksi ini mencapai puncaknya pada Sabtu, 25 April 2026, dengan pesan utama yang tegas: Inggris tidak boleh menjadi landasan perang pihak lain.
Gelombang protes ini bukan muncul tiba-tiba. Sejak akhir Februari 2026, pangkalan RAF Fairford telah menjadi titik strategis operasi militer setelah digunakan untuk pengerahan pesawat pengebom jarak jauh milik AS. Pemerintah Inggris di bawah Perdana Menteri Keir Starmer sebelumnya memberikan izin penggunaan pangkalan dengan alasan “operasi defensif”, namun narasi ini justru memicu kemarahan publik.
Dalam aksi demonstrasi, massa yang terdiri dari berbagai kelompok seperti Campaign for Nuclear Disarmament (CND) dan Stop the War Coalition membawa pesan kuat penolakan perang. Spanduk bertuliskan “US out of British bases” dan “Stop Trump’s deadly war” terlihat mendominasi. Sejumlah demonstran juga mengibarkan bendera Palestina dan Iran, serta membentuk rantai manusia di sekitar pagar pangkalan sebagai simbol perlawanan sipil.
Kemarahan publik tidak hanya ditujukan kepada Amerika Serikat, tetapi juga kepada pemerintah Inggris yang dinilai tidak transparan. Kritik keras diarahkan kepada Keir Starmer yang dianggap menyamarkan keterlibatan Inggris dalam konflik yang lebih luas.
Situasi semakin memanas ketika kurang dari 24 jam setelah demonstrasi, kebakaran besar terjadi di dalam kompleks RAF Fairford pada Minggu dini hari, 26 April 2026 sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Api melalap sebuah bangunan gudang hingga atapnya runtuh dan asap tebal terlihat membumbung tinggi.
Pihak pemadam kebakaran Gloucestershire memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Inggris menyebut bangunan yang terbakar merupakan fasilitas kosong yang tidak digunakan. Meski demikian, Angkatan Udara AS masih melakukan investigasi internal untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Secara resmi, kebakaran ini dinyatakan sebagai kecelakaan. Namun, kedekatan waktunya dengan aksi demonstrasi besar menimbulkan spekulasi di publik, memperkuat persepsi bahwa RAF Fairford kini berada di pusat ketegangan geopolitik yang lebih luas.
Peristiwa ini memperlihatkan satu pola yang jelas: ketika infrastruktur suatu negara digunakan dalam konflik global, batas antara “sekutu” dan “target potensial” menjadi semakin kabur.
demo-usir-as-raf-fairford-inggris-kebakaran-pangkalan-2026
RAF Fairford, demo anti perang Inggris, pangkalan militer AS Inggris, konflik Iran AS, Keir Starmer, kebakaran pangkalan militer
Demonstrasi besar di RAF Fairford Inggris menuntut pengusiran militer AS memuncak, disusul kebakaran misterius di dalam pangkalan yang memicu spekulasi publik.
