Hamas Diduga Latih Operatif di Turki untuk Serang Israel
Ininih.com – Laporan terbaru menyebut Israel menuduh Hamas melatih sejumlah operatif di Turki untuk mempersiapkan serangan terhadap wilayah Israel. Tuduhan ini membuka dimensi baru dalam konflik Hamas-Israel karena melibatkan wilayah di luar Gaza dan Lebanon, sekaligus memperbesar tekanan diplomatik terhadap Ankara.
Isu tersebut mencuat setelah media internasional dan lembaga pemantau keamanan menyoroti dugaan aktivitas pelatihan Hamas di Turki pada awal Mei 2026. Israel menilai aktivitas itu menunjukkan Hamas masih memiliki jaringan internasional yang aktif di luar medan perang utama di Gaza.
Ketegangan sebenarnya sudah meningkat sejak 2024–2025 ketika hubungan Israel dan Turki memburuk akibat perang Gaza serta sikap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang terbuka mendukung Hamas. Erdogan bahkan pernah menyebut Hamas bukan organisasi teroris, melainkan kelompok perjuangan Palestina. Pernyataan itu memperbesar kekhawatiran Israel bahwa Turki menjadi ruang aman bagi aktivitas politik maupun logistik Hamas.
Laporan lain sebelumnya juga menyebut lebih dari 1.000 anggota Hamas sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit Turki. Meski Ankara membantah memberi dukungan militer terhadap Hamas, hubungan dekat antara Turki dan kelompok tersebut terus menjadi sorotan internasional.
Israel khawatir dugaan pelatihan ini dapat memperluas ancaman keamanan regional dan membuka jalur operasi baru Hamas di luar Timur Tengah tradisional. Jika tuduhan itu berkembang dengan bukti tambahan, hubungan diplomatik Israel-Turki berpotensi makin memburuk dan memicu tekanan internasional terhadap Ankara.
Sampai saat ini belum ada bukti publik rinci yang dirilis terkait lokasi pelatihan maupun jumlah operatif yang terlibat. Namun isu ini sudah menjadi bagian dari meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah setelah perang Gaza dan konflik lintas perbatasan yang terus berlangsung.
