Kenny Tete, Bek Fulham Keturunan Indonesia, Kunjungi Sekolah di Bantar Gebang dan Cerita Kakek dari Jambi
Pemain klub Liga Inggris Fulham sekaligus tim nasional Belanda, Kenny Tete, mengungkapkan kedekatannya dengan Indonesia yang berakar dari latar belakang keluarganya. Ia menyebut kakeknya lahir di Jambi, yang menjadi bagian dari identitas dirinya hingga kini. Tete mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Indonesia meskipun ia lahir dan besar di Belanda. Kedekatan tersebut, kata dia, terbentuk dari lingkungan keluarga, khususnya sang ibu yang menanamkan budaya Indonesia sejak kecil .
Kenny Tete lahir dan dibesarkan di Amsterdam dari seorang ayah yang berasal dari Mozambik dan ibu yang berasal dari Nias, Indonesia . Meskipun demikian, ia menuturkan bahwa ibunya sangat kental dalam menanamkan budaya Indonesia. “Saya tumbuh besar dengan budaya dan lingkungan Indonesia. Bahkan, banyak yang bilang ibu saya membesarkan saya sangat Indonesia, lebih dibandingkan orang yang lahir di sini,” ujar Tete, Selasa (7/7/2026) . Selain kakeknya yang berasal dari Jambi, neneknya merupakan warga Jakarta yang sempat tinggal di Singapura dan Batam sebelum menetap di ibu kota .
Kehadiran Tete di Indonesia kali ini tidak hanya untuk kunjungan pribadi, tetapi juga dalam rangka kegiatan sosial. Pada 6 Juli 2026, ia mengunjungi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Istiqomah di Bantar Gebang, Bekasi . Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program renovasi sekolah yang digagas melalui kolaborasi Marc Klok Foundation dan Happy Hearts Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan fasilitas pendidikan bagi ratusan siswa yang selama ini belajar dalam kondisi terbatas .
Dalam kegiatan itu, Tete menyempatkan diri berinteraksi dengan siswa dan para guru. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bentuk kontribusi sosial yang didorong oleh latar belakang keluarga serta kedekatannya dengan Indonesia sebagai tanah leluhur . Ia bahkan menggelar coaching clinic di Lapangan C GBK untuk menggalang dana renovasi, di mana seluruh keuntungannya didonasikan penuh untuk proyek renovasi MI Al Istiqomah . “Saya sempat berkunjung dan percaya setiap anak berhak mendapatkan lingkungan yang layak demi pendidikan yang baik,” ujar Tete .
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi wujud kepedulian Tete terhadap dunia pendidikan di Indonesia, khususnya bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan perhatian dalam hal sarana dan prasarana belajar. Dengan latar belakang keluarga yang kuat dari Jambi dan Jakarta, Tete berharap bisa memberikan kontribusi nyata bagi anak-anak Indonesia. Ke depan, aksi sosial seperti ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak tokoh diaspora untuk turut serta dalam pembangunan pendidikan di tanah air.
