Juli 18, 2026

KRI Bima Suci Lanjutkan Misi Diplomasi Duta Bangsa, Bertolak dari Nagasaki Menuju Manila

IMG-20260623-WA0043

KRI Bima Suci yang membawa Satuan Latihan (Satlat) Kartika Jala Krida (KJK) 2026 melanjutkan pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan diplomasi, pendidikan, dan budaya di Nagasaki, Jepang. Keberangkatan kapal latih kebanggaan TNI Angkatan Laut dari Dermaga Dejima Pier, Nagasaki, pada Minggu (21/6/2026), dilepas secara resmi oleh Atase Pertahanan Republik Indonesia di Tokyo Laksamana Pertama TNI Hidayaturrahman, Kepala Dinas Psikologi Angkatan Laut (Kadispsial) Laksamana Pertama TNI Wisnu Agung Priyambodo, serta perwakilan Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) Capt. (N) Tadatoshi Aoshima selaku Director Provincial Cooperation Office.

Pelepasan KRI Bima Suci berlangsung dalam suasana hangat dan penuh persahabatan yang mencerminkan eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Jepang. Kehadiran pejabat TNI dan JMSDF dalam kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen kedua negara dalam mempererat kerja sama di bidang maritim, pendidikan, dan pertukaran budaya. Sebelumnya, pada Jumat (19/6), KRI Bima Suci juga menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) dari Kepala Staf Angkatan Laut Jepang Laksamana Saito Akira, yang membahas penguatan kerja sama maritim, latihan bersama, dan pendidikan antara kedua negara.

Selama melaksanakan kunjungan di Nagasaki, Satlat KJK 2026 menggelar berbagai kegiatan diplomasi dan pembinaan kerja sama internasional, antara lain courtesy call kepada pejabat pemerintahan dan militer Jepang, open ship bagi masyarakat setempat, pertunjukan budaya oleh Genderang Suling Gita Jala Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-73, serta kunjungan ke sejumlah objek bersejarah dan institusi pendidikan. Penampilan Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL berhasil menghibur ribuan warga lokal Nagasaki sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang.

Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto menyampaikan bahwa kunjungan ke Nagasaki merupakan bagian penting dari pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa, yang tidak hanya bertujuan mempererat hubungan persahabatan antarnegara tetapi juga memberikan pengalaman internasional yang berharga bagi para Taruna AAL sebagai calon pemimpin TNI Angkatan Laut di masa depan.

Usai melaksanakan rangkaian kegiatan di Nagasaki, KRI Bima Suci melanjutkan pelayaran menuju etape berikutnya, yaitu Manila, Filipina. Kapal latih kebanggaan TNI Angkatan Laut tersebut dijadwalkan tiba dan sandar di Manila pada 2 Juli 2026 untuk melaksanakan berbagai kegiatan diplomasi, pendidikan, dan budaya. Kunjungan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama maritim antara Indonesia dan Filipina, sekaligus memperluas wawasan internasional para Taruna AAL.

Pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa Satlat Kartika Jala Krida (KJK) 2026 merupakan bagian dari program pembinaan taruna Akademi Angkatan Laut untuk mengasah kemampuan profesional, memperluas wawasan kebangsaan dan internasional, serta memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi maritim global. KRI Bima Suci telah mengunjungi sejumlah negara dalam pelayarannya, termasuk Sri Lanka, Singapura, Vietnam, China, Korea Selatan, dan Rusia, sebelum tiba di Jepang. Dengan melanjutkan pelayaran menuju Filipina, kapal latih ini terus mengemban misi diplomasi dan memperkuat kerja sama maritim dengan negara-negara sahabat.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa yang dilaksanakan KRI Bima Suci merupakan implementasi nyata peran TNI Angkatan Laut dalam memperkuat diplomasi pertahanan dan hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat. Melalui pelayaran ini, KRI Bima Suci diharapkan tidak hanya menjadi sarana latihan bagi Taruna AAL, tetapi juga sebagai duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di kancah internasional. Dengan semangat diplomasi maritim, kehadiran KRI Bima Suci di berbagai negara menjadi simbol kebanggaan dan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan kerja sama global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *