Agustus 24, 2026

Mantan Penasihat Fauci Mengaku Bersalah atas Konspirasi Menyembunyikan Catatan COVID-19

IMG-20260820-WA0000

Dr. David Morens, mantan penasihat senior Dr. Anthony Fauci, mengaku bersalah pada Selasa (18/8) atas konspirasi untuk menghindari undang-undang catatan publik dan menyembunyikan dokumen pemerintah terkait pandemi COVID-19.

Morens, 78 tahun, bekerja sebagai pejabat senior di Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) di bawah Fauci. Ia mengaku bersalah atas satu tuduhan konspirasi di pengadilan federal Greenbelt, Maryland, dan terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun.

Morens menggunakan akun email pribadi untuk menghindari undang-undang catatan publik. Jaksa menuduhnya menyembunyikan catatan diskusi terkait hibah penelitian COVID-19, termasuk upaya menghidupkan kembali hibah koronavirus kontroversial.

Kasus ini bermula dari penyelidikan Komite Pengawas DPR AS mengenai asal-usul COVID-19. Morens berkomplot dengan EcoHealth Alliance dan Wuhan Institute of Virology untuk menyembunyikan komunikasi dari publik.

Pengacara Morens menyatakan kliennya telah bertanggung jawab atas perbuatannya. Direktur FBI Kash Patel menegaskan penyelidikan akan terus berlanjut. Fauci tidak didakwa dalam kasus ini.

Sidang vonis Morens dijadwalkan pada 12 November 2026. Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi pemerintah dan kewajiban pejabat federal dalam menjaga catatan publik. Masyarakat berhak atas informasi yang terbuka dan akuntabel. Semoga proses hukum ini memberikan keadilan dan menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *