Negosiasi Iran–AS Buntu, Araghchi Terbang ke Rusia Temui Putin
Ininih.com –
Perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat resmi menemui jalan buntu setelah rangkaian negosiasi yang dimediasi Pakistan gagal mencapai titik temu. Kebuntuan ini menandai meningkatnya ketegangan di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.
Putaran pertama pembicaraan yang digelar pada 11 April 2026 di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Pihak AS menilai Iran tidak bersedia menerima syarat yang diajukan, sementara Iran tetap bertahan pada posisinya melalui jalur mediator.
Situasi semakin memburuk ketika Donald Trump pada 25 April 2026 membatalkan pengiriman utusannya ke Pakistan. Langkah ini secara efektif menghentikan momentum negosiasi yang sebelumnya sudah rapuh.
Merespons kondisi tersebut, Abbas Araghchi melakukan diplomasi cepat dengan mengunjungi Pakistan dan Oman untuk berkonsultasi dengan mediator regional. Langkah ini menunjukkan bahwa Iran masih membuka jalur komunikasi, meski tidak secara langsung dengan AS.
Pada 27 April 2026, Araghchi tiba di Saint Petersburg dan dijadwalkan bertemu dengan Vladimir Putin. Dalam pernyataannya, ia secara terbuka menyalahkan AS atas kegagalan negosiasi, dengan alasan tuntutan yang dinilai berlebihan.
Meski jalur resmi mengalami kebuntuan, komunikasi tidak langsung masih berlangsung melalui pertukaran pesan tertulis. Isu utama yang dibahas mencakup program nuklir Iran dan potensi dampak terhadap jalur energi global seperti Selat Hormuz.
Kondisi ini menunjukkan bahwa diplomasi belum sepenuhnya berhenti, tetapi telah bergeser dari negosiasi terbuka ke jalur belakang yang lebih terbatas dan strategis.
negosiasi-iran-as-buntu-araghchi-rusia
iran vs amerika, negosiasi iran as, abbas araghchi, donald trump iran, konflik timur tengah
Negosiasi Iran dan AS buntu, Menlu Iran Abbas Araghchi terbang ke Rusia dan menyalahkan AS atas kegagalan pembicaraan
