Mei 25, 2026

Peringatan Keras Iran ke AS di Selat Hormuz, Ancam Serang Kapal Militer

kapal-dan-tanker-di-selat-hormuz-di-lepas-pantai-musandam-oman-senin-452026-1777851382334_169

ininih.com — Militer Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait aktivitas di Selat Hormuz pada Senin, 4 Mei 2026, menyusul meningkatnya ketegangan setelah pengumuman operasi militer AS bertajuk “Project Freedom”. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Mayor Jenderal Ali Abdollahi, komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, yang merupakan otoritas operasional tertinggi angkatan bersenjata Iran.

Dalam pernyataannya melalui televisi negara IRIB, Abdollahi menegaskan bahwa Iran memiliki kontrol penuh atas keamanan Selat Hormuz. Ia menyebut wilayah tersebut berada di bawah otoritas eksklusif Iran dan setiap aktivitas pelayaran, termasuk kapal dagang dan tanker minyak, wajib berkoordinasi dengan militer Iran sebelum melintas.

Peringatan tersebut disertai ancaman langsung kepada Amerika Serikat. Abdollahi menyatakan bahwa setiap kekuatan asing, khususnya militer AS, akan menjadi target serangan jika mencoba mendekati atau memasuki Selat Hormuz tanpa izin. Ia menilai kehadiran militer AS sebagai tindakan agresif yang berpotensi memicu konflik lebih luas di kawasan strategis tersebut.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas rencana operasi “Project Freedom” yang diumumkan Presiden Donald Trump sehari sebelumnya. Operasi tersebut diklaim sebagai misi untuk mengawal kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz agar dapat keluar dengan aman. Menurut pihak AS, operasi ini melibatkan sekitar 15.000 personel militer, lebih dari 100 pesawat, serta dukungan kapal perang dan drone.

Iran menolak legitimasi operasi tersebut dan menilai langkah AS sebagai bentuk intervensi yang membahayakan stabilitas kawasan. Abdollahi bahkan menyebut pemimpin AS sebagai “kriminal” dan menuduh militer AS melakukan tindakan yang menyerupai pembajakan di perairan internasional. Ia juga memperingatkan sekutu AS bahwa setiap keterlibatan dapat membawa konsekuensi fatal.

Pada hari yang sama, muncul klaim dari kantor berita Fars bahwa Iran telah menembakkan rudal ke arah kapal perang AS di dekat Pelabuhan Jask. Namun, klaim ini tidak dapat diverifikasi secara independen dan langsung dibantah oleh Komando Pusat AS (CENTCOM). Pejabat AS menyebut laporan tersebut sebagai informasi palsu yang dibuat oleh pihak Iran.

Situasi ini menunjukkan eskalasi retorika yang tajam antara kedua negara, dengan Selat Hormuz kembali menjadi titik krusial konflik geopolitik. Di tengah klaim dan bantahan yang saling bertolak belakang, risiko ketegangan terbuka di jalur energi global ini semakin meningkat.

peringatan-iran-ke-as-di-selat-hormuz-ancam-serang-kapal-militer

Iran, Amerika Serikat, Selat Hormuz, Project Freedom, militer Iran, ancaman Iran, konflik Timur Tengah, IRGC, CENTCOM

Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang kapal militer asing di tengah rencana operasi Project Freedom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *