Prabowo Minta Jerman Dukung Finalisasi IEU-CEPA, Target Ratifikasi Akhir 2026
Presiden Prabowo Subianto secara khusus meminta dukungan Presiden Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier untuk mempercepat finalisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA). Permintaan ini disampaikan dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026).
“Kami juga berharap Jerman terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa, sehingga dapat segera memberi manfaat konkret bagi dunia usaha di kedua negara,” ujar Prabowo dalam pernyataan bersama.
IEU-CEPA dinilai sangat krusial dalam meningkatkan volume perdagangan dan investasi antara Indonesia dan negara-negara Eropa, termasuk Jerman. Perjanjian ini akan menghapus tarif pada lebih dari 98 persen barang yang diperdagangkan, membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia seperti sawit, kopi, tekstil, elektronik, dan furnitur. Pemerintah menargetkan peningkatan ekspor Indonesia ke UE sebesar 2,5 kali lipat dalam lima tahun setelah perjanjian berlaku.
Jerman Siap Dukung dan Percepat Proses
Presiden Steinmeier merespons positif permintaan tersebut dengan menyatakan komitmen kuat Jerman terhadap IEU-CEPA. Berlin merasa memiliki tanggung jawab langsung untuk mendukung penyelesaian perjanjian dagang ini. “Ini akan memungkinkan investasi baru dan memberikan peluang bagi perusahaan Jerman untuk berinvestasi di Indonesia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kerja sama yang lebih erat dalam inovasi,” ujar Steinmeier.
Steinmeier juga menegaskan bahwa kehadiran kuat perusahaan-perusahaan Jerman di Indonesia menunjukkan bahwa negara ini tetap menjadi destinasi investasi yang menarik dan potensial.
Target Ratifikasi Akhir 2026, Berlaku 2027
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyatakan bahwa proses ratifikasi IEU-CEPA ditargetkan rampung pada semester II tahun 2026, dengan implementasi yang diharapkan mulai berjalan pada awal 2027.
Indonesia akan menjadi negara ketiga di ASEAN—setelah Singapura dan Vietnam—yang menyelesaikan perjanjian dagang semacam ini dengan UE.
Kerja Sama di Sektor Prioritas
Selain IEU-CEPA, Prabowo juga mengundang Jerman untuk memperluas investasi di sektor-sektor prioritas Indonesia, termasuk hilirisasi industri, transisi energi, ekosistem kendaraan listrik, pengembangan industri semikonduktor, serta rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang.
Di bidang ketenagakerjaan, kedua negara menyepakati penguatan kemitraan di sektor teknologi tinggi dan keperawatan melalui penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership. Program ini menyediakan jalur resmi dan terstruktur bagi perawat Indonesia untuk bekerja dan mengikuti program magang di fasilitas kesehatan Jerman.
Dukungan Jerman menjadi kunci penting bagi finalisasi IEU-CEPA mengingat posisi Jerman sebagai ekonomi terbesar di Eropa dan mitra dagang utama Indonesia di kawasan tersebut. Dengan total perdagangan bilateral Indonesia-Jerman mencapai US$ 6,15 miliar pada 2024 dan investasi langsung Jerman sebesar US$ 343 juta, penguatan kemitraan ini akan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Ke depan, keberhasilan ratifikasi IEU-CEPA akan sangat bergantung pada kemampuan Indonesia memenuhi standar lingkungan dan ketenagakerjaan yang dituntut UE, sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan oleh pelaku usaha kecil dan menengah di dalam negeri. Pemerintah menyambut baik program Partnering in Business with Germany yang ditujukan untuk pengembangan UMKM nasional, serta akan menjadi tuan rumah pertemuan kedua Joint Economic and Investment Committee pada 2026.
Internal link:
“Prabowo undang Jerman garap mineral kritis dan tanah jarang” — /nasional/mineral-kritis-indonesia-jerman-prabowo-steinmeier-2026/
“RI-Jerman sepakati kemitraan tenaga kerja sektor teknologi tinggi dan keperawatan” — /nasional/ri-jerman-kemitraan-tenaga-kerja-teknologi-keperawatan-2026/
“Gempa M 6,7 guncang Palu” — /nasional/gempa-palu-67-magnitudo-16-juni-2026/
“IHSG rebound 4,12% ke 6.254” — /ekonomi/ihsg-rebound-412-level-6254-as-iran-damai-2026/
“NU tetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh besok” — /nasional/nu-tetapkan-1-muharram-1448-h-2026/
