Kapal Kargo Qatar Jadi Target Serangan Drone di Tengah Ketegangan Teluk
Ininih.com – Sebuah kapal kargo komersial menjadi target serangan drone di perairan Qatar pada Minggu, 10 Mei 2026, di tengah meningkatnya ketegangan keamanan maritim di kawasan Teluk.
Kementerian Pertahanan Qatar menyebut kapal tersebut sedang berlayar dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, menuju Pelabuhan Mesaieed ketika terkena serangan di perairan timur laut Doha, sekitar 23 mil laut dari ibu kota Qatar.
Serangan itu memicu kebakaran terbatas di atas kapal, namun api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa dilaporkan. Kapal kemudian melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Mesaieed.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris atau UKMTO mengatakan nahkoda kapal melaporkan adanya “proyektil tak dikenal” yang menghantam kapal dan memicu kebakaran kecil.
Identitas Kapal Masih Berbeda di Berbagai Laporan
Sejumlah laporan internasional menyebut identitas kapal yang diserang masih belum sepenuhnya jelas. Media Iran melaporkan kapal tersebut berbendera Amerika Serikat dan mengangkut gandum, sementara The Maritime Executive mengidentifikasi kapal bulk carrier MV Laya berbendera Liberia sebagai kapal yang tiba di Mesaieed pada hari yang sama.
Hingga kini pemerintah Qatar belum merinci nama resmi maupun bendera kapal yang menjadi target serangan.
Qatar Kecam Serangan terhadap Jalur Pelayaran
Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam keras serangan drone tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap prinsip kebebasan navigasi dan hukum internasional.
Qatar menilai serangan terhadap kapal komersial sipil dapat mengancam keamanan jalur perdagangan maritim internasional di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.
Kuwait juga mengutuk serangan itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB. Sementara Uni Emirat Arab menyatakan solidaritas penuh terhadap upaya menjaga stabilitas keamanan kawasan.
Ketegangan Teluk Kembali Memanas
Insiden ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya aktivitas drone di kawasan Teluk. Militer Kuwait sebelumnya melaporkan deteksi drone bermusuhan di wilayah udaranya, sementara sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab mengklaim berhasil menembak jatuh dua drone yang disebut diluncurkan dari Iran.
Analis menilai serangan terhadap kapal kargo Qatar berkaitan dengan meningkatnya tekanan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat setelah gencatan senjata pascakonflik Februari 2026 terus mengalami pelanggaran di lapangan.
Ketegangan di Selat Hormuz juga membuat keamanan jalur energi global kembali menjadi perhatian internasional karena kawasan tersebut merupakan salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.
