Jembatan Tertinggi Iran Hancur dalam Serangan Udara AS-Israel
Ininih.com – Jembatan B1 di Karaj, yang disebut sebagai jembatan tertinggi di Iran dan Timur Tengah, hancur akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 2 April 2026 di tengah eskalasi konflik kawasan Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim keberhasilan serangan tersebut dan memperingatkan Iran akan menghadapi “lebih banyak kehancuran” jika tidak segera mencapai kesepakatan dengan Washington.
Jembatan B1 atau Jembatan Beik merupakan proyek infrastruktur besar yang menghubungkan Teheran dengan kota Karaj di sebelah barat ibu kota Iran. Jembatan itu masih dalam tahap pembangunan dan semula dijadwalkan selesai pada musim panas 2026.
Jembatan Dihantam Belasan Bom
Laporan berbagai media menyebut jembatan dihantam tiga gelombang serangan udara dengan total 12 bom dijatuhkan ke area proyek. Ledakan menghancurkan bagian tengah jembatan hingga terputus menjadi dua bagian.
Jembatan tersebut memiliki tinggi sekitar 136 hingga 176 meter dan panjang lebih dari satu kilometer di atas Sungai Bilaqan. Nilai proyeknya diperkirakan mencapai 400 juta dolar AS dengan melibatkan sekitar 700 pekerja.
Korban jiwa dilaporkan bervariasi. Kantor berita Iran awalnya menyebut delapan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, sementara laporan lain menyebut korban meninggal mencapai 13 orang dengan lebih dari 150 korban luka.
Sebagian korban merupakan warga sipil yang berada di sekitar lokasi saat perayaan akhir Tahun Baru Persia atau Nowruz.
Trump Klaim Serangan Berhasil
Donald Trump mengunggah video ledakan jembatan melalui platform Truth Social dan secara terbuka mengaku bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Trump menyebut jembatan itu “tidak akan pernah digunakan lagi” dan memperingatkan Iran agar segera mencapai kesepakatan sebelum menghadapi kerusakan yang lebih besar.
Pernyataan itu memperlihatkan meningkatnya tekanan Washington terhadap Teheran setelah konflik militer antara kedua negara memanas sejak akhir Februari 2026.
Iran Kecam Serangan terhadap Infrastruktur Sipil
Pemerintah Iran mengecam keras serangan terhadap proyek infrastruktur sipil tersebut. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan serangan terhadap jembatan yang belum selesai dibangun tidak akan memaksa Iran menyerah.
Teheran juga menyebut operasi udara itu sebagai pelanggaran serius dan bentuk agresi terhadap fasilitas sipil nasional.
Meski mengalami kerusakan besar, Iran pada awal Mei 2026 mulai melakukan proses rekonstruksi Jembatan B1 menggunakan kontraktor lokal. Pemerintah Iran menargetkan pembangunan ulang selesai dalam waktu kurang dari satu tahun.
Konflik AS-Iran Masih Berlanjut
Serangan terhadap Jembatan B1 terjadi di tengah konflik yang terus berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran meski kedua pihak sebelumnya mengumumkan gencatan senjata pada April 2026.
Ketegangan di Selat Hormuz, serangan terhadap kapal tanker minyak, dan operasi drone di kawasan Teluk masih terus memicu kekhawatiran internasional terhadap stabilitas Timur Tengah dan jalur perdagangan energi global.
