SUGIONO BAWA MISI PERDAMAIAN INDONESIA KE FORUM BRICS NEW DELHI, DORONG GENCATAN SENJATA PERMANEN DI GAZA
Ininih.com — Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono tiba di New Delhi pada Selasa malam 12 Mei untuk menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS yang berlangsung 14-15 Mei 2026 di Bharat Mandapam. Ini bukan sekadar kehadiran seremonial — Indonesia membawa agenda konkret: mendorong gencatan senjata permanen di Gaza, menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara, menekankan perlindungan pasukan pemelihara perdamaian PBB, dan mengadvokasi penguatan peran BRICS dalam menegakkan hukum internasional. Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa Indonesia hadir bukan hanya untuk memperlihatkan keaktifan sebagai anggota termuda BRICS, tetapi untuk mendorong blok ini menjadi bagian dari solusi global — bukan pemicu polarisasi.
Indonesia di Antara Iran dan UEA
Forum yang dihadiri Sugiono bukan forum yang tenang. Perpecahan internal antara Iran dan UEA — dua anggota BRICS yang berada di kubu berseberangan dalam konflik Asia Barat — telah menghambat lahirnya pernyataan bersama sejak pertemuan wakil menteri April lalu. Iran hadir dengan menteri penuh, Seyed Abbas Araghchi, sementara China hanya mengirim duta besarnya karena Wang Yi harus mendampingi kunjungan Trump di Beijing. Di tengah konfigurasi yang tidak seimbang itulah Indonesia harus memainkan posisinya.
Posisi Indonesia secara tradisional memiliki hubungan baik dengan kedua belah pihak — baik dengan Iran maupun negara-negara Teluk — menjadikannya salah satu dari sedikit anggota BRICS yang memiliki ruang gerak diplomatik di antara dua kubu yang bertentangan. Sehari sebelum berangkat ke New Delhi, Sugiono sudah menyuarakan posisi itu dalam pertemuan bilateral dengan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di Jakarta: kedua negara bersepakat mendesak penghormatan penuh terhadap hukum internasional dalam merespons konflik Timur Tengah. Konsistensi posisi itu yang dibawa Sugiono ke meja BRICS.
Lebih dari Sekadar Anggota Baru
Indonesia resmi bergabung dengan BRICS pada 6 Januari 2025 — artinya BRICS FMM New Delhi adalah salah satu forum tingkat menteri pertama yang dihadiri Indonesia sebagai anggota penuh. Konteks itu membuat kehadiran Sugiono memiliki dimensi simbolik sekaligus strategis: ini adalah momen untuk menetapkan karakter keanggotan Indonesia di blok yang mewakili 49,5 persen populasi dunia, 40 persen PDB global, dan 26 persen perdagangan dunia.
Agenda yang dibawa Indonesia mencakup tiga lapis. Di lapis keamanan dan kemanusiaan: gencatan senjata Gaza, solusi dua negara, dan keselamatan pasukan perdamaian PBB. Di lapis ekonomi: sistem perdagangan multilateral yang adil dan reformasi arsitektur keuangan global yang selama ini didominasi lembaga Bretton Woods. Di lapis strategis jangka panjang: kerja sama di bidang keberlanjutan, ekonomi digital, energi, dan kesehatan — agenda yang akan menjadi tulang punggung KTT para pemimpin BRICS di India pada September 2026.
Jembatan Menuju September
FMM New Delhi adalah pemanasan untuk KTT September — dan cara Indonesia bermain di forum tingkat menteri ini akan menentukan seberapa besar bobot suaranya di hadapan para kepala negara nanti. Indonesia tidak datang sebagai penonton yang baru bergabung. Dengan populasi terbesar di Asia Tenggara, ekonomi terbesar di kawasan, dan rekam jejak panjang sebagai kekuatan non-blok yang dihormati di Global South, Jakarta memiliki modal untuk memainkan peran yang lebih dari sekadar anggota ke-11 yang baru masuk.
Yang akan diuji di New Delhi adalah kemampuan Indonesia menerjemahkan modal diplomasi itu menjadi pengaruh nyata — mendorong pernyataan yang bermakna di tengah perpecahan Iran-UEA, menjaga posisi sebagai jembatan tanpa kehilangan kredibilitas di mata semua pihak, dan memastikan bahwa kehadiran Indonesia di BRICS memberikan nilai tambah yang bisa dirasakan, bukan sekadar kursi tambahan di meja yang sudah penuh.
- “BRICS FMM New Delhi krisis Asia Barat” — /geopolitik/brics-fmm-new-delhi-iran-uae-selat-hormuz-2026/
- “Prabowo di KTT ASEAN Cebu ketahanan energi” — /nasional/prabowo-ktt-asean-cebu-ketahanan-energi-2026/
- “blokade Selat Hormuz krisis maritim” — /konflik-dunia/selat-hormuz-blokade-krisis-maritim-mei-2026/
- “KTT Trump-Xi Beijing perdagangan Iran Taiwan” — /geopolitik/trump-xi-summit-beijing-iran-taiwan-perdagangan-2026/
- “Islamic NATO Pakistan Saudi Turki Qatar” — /geopolitik/islamic-nato-pakistan-saudi-turki-qatar-aliansi-2026/
