Juni 3, 2026

AS Tutup Celah Ekspor Chip AI Nvidia dan AMD ke China

embargo

Pemerintah Amerika Serikat, melalui Departemen Perdagangan, menutup celah ekspor chip AI Nvidia dan AMD ke perusahaan China yang berlokasi di luar negeri, langkah mengejutkan yang diumumkan pada akhir pekan 31 Mei 2026. Biro Industri dan Keamanan (BIS) mengeluarkan panduan baru yang menegaskan bahwa persyaratan lisensi ekspor berlaku untuk semua perusahaan, di mana pun lokasi operasional mereka, selama kantor pusat atau perusahaan induknya berada di China.

Kebijakan ini muncul setelah hampir satu tahun celah peraturan yang tidak disengaja membiarkan “pintu gerbang terbuka secara diam-diam” bagi chip AI tercanggih dunia——seperti prosesor Blackwell dan Rubin buatan Nvidia serta MI350x milik AMD——untuk mengalir ke entitas China di luar negeri. Sumber industri memperkirakan bahwa “puluhan ribu” chip mungkin lolos melalui celah ini.


Kebijakan Baru, “Pintu Gerbang” Ditutup

Panduan yang dirilis BIS pada Minggu (31/5/2026) tidak menciptakan aturan baru, melainnya memperjelas penegakan aturan lisensi ekspor yang sebenarnya telah ada sejak 2023. Kunci dari panduan ini adalah pergeseran fokus dari lokasi fisik pengiriman ke kepemilikan perusahaan. Dengan kata lain, meskipun sebuah anak perusahaan China beroperasi secara fisik di Malaysia, Singapura, atau negara ketiga lainnya, mereka tetap akan diperlakukan sebagai entitas China dan tunduk pada pembatasan ekspor AS untuk chip AI tercanggih jika kantor pusat mereka di Beijing.

Biro tersebut menyatakan langkah ini diambil untuk menjaga keamanan teknologi kritis Amerika. Seorang juru bicara BIS menegaskan bahwa mereka akan terus secara ketat memberlakukan kontrol ekspor untuk melindungi teknologi penting AS. Nvidia menyatakan bahwa proses penjualan dan pemeriksaan mereka telah beroperasi sesuai aturan, menambahkan bahwa mereka “tidak dapat mengirimkan chip tersebut karena Departemen Perdagangan telah dengan jelas memberlakukan persyaratan lisensi pada Nvidia dalam sebuah surat”.


Celah Hukum Berusia Setahun

Celah yang baru saja ditutup ini berasal dari keputusan pemerintahan Trump pada Mei 2025 untuk tidak memberlakukan Aturan Difusi AI (AI Diffusion Rule) yang dikeluarkan pada hari-hari terakhir masa jabatan Presiden Joe Biden. Aturan tersebut sebelumnya mengatur akses global ke chip AI, dan ketidakjelasan penegakannya selama hampir satu tahun menciptakan ruang abu-abu bagi perusahaan China.

Mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS dan pakar teknologi, Chris McGuire, dengan blak-blakan mengkritik kelambanan pemerintah. “Ini adalah masalah yang SANGAT BESAR,” tulisnya di media sosial. “Perusahaan China telah membeli chip-chip ini, kemungkinan besar dalam skala besar. Dan karena BIS belum memperbarui peraturan pengendalian ekspor untuk secara jelas menyatakan apa yang sedang mereka tegakkan, semua ini legal,” kata McGuire.

McGuire, yang berasal dari pemerintahan Biden, mengatakan bahwa celah tersebut memungkinkan anak perusahaan luar negeri China untuk membeli chip Nvidia Blackwell tanpa lisensi selama hampir satu tahun. Dengan panduan baru, menurutnya, pengiriman Blackwell ke perusahaan yang berkantor pusat di China, di mana pun lokasinya, kini menjadi ilegal lagi, meskipun ia memperingatkan bahwa kita harus melihat berapa banyak pengiriman yang telah dilakukan untuk menilai seberapa besar kerusakan yang telah terjadi.


Aliran Chip ke Malaysia dan Dampaknya

Kekhawatiran utama yang mendorong langkah mendadak ini adalah adanya indikasi kuat bahwa Malaysia telah menjadi pusat persimpangan utama untuk pengalihan chip AI ke China. Laporan Reuters yang dikutip oleh berbagai media mengindikasikan bahwa anak perusahaan perusahaan AI China yang berbasis di Malaysia diduga telah menjadi penerima chip-chip canggih tersebut.

Sumber industri dengan pengetahuan mendalam tentang rantai pasok global memperkirakan bahwa jumlah chip yang lolos bisa mencapai “puluhan ribu unit”. Akibatnya, setelah hampir dua tahun China “dilaporkan kehilangan aksesnya ke semikonduktor paling mutakhir yang diproduksi oleh Nvidia karena perang chip antara Washington dan Beijing”, kini terungkap bahwa selama setahun terakhir, teknologi tersebut mungkin telah mengalir cukup stabil ke tangan entitas China melalui Malaysia.

Namun, langkah ini juga memiliki keterbatasan. Panduan baru tidak berlaku surut: pusat data tidak diwajibkan untuk menghentikan penggunaan chip yang sudah diperoleh, dan layanan pemeliharaan untuk server AI canggih yang sudah beroperasi tidak akan diputus. Selain itu, McGuire memperingatkan bahwa meskipun satu celah ditutup, celah lain mungkin masih terbuka, termasuk isu mengenai uji tuntas tambahan yang harus dilakukan oleh TSMC berbasis Taiwan untuk memastikan chip AI tercanggih yang mereka produksi tidak untuk perusahaan cangkang China.


Analitis Ke Depan

Dengan ditutupnya celah ini, investasi AI China menghadapi ancaman baru dan tidak pasti. Selama setahun terakhir, perusahaan China mungkin telah menimbun puluhan ribu chip canggih, memberikan mereka “nafas” untuk terus mengembangkan kemampuan AI mereka. Namun, untuk jangka panjang, jalur pasokan utama telah terputus.

Kebijakan ini adalah contoh sempurna dari “perang teknologi” yang terus meningkat antara AS dan China dalam perebutan dominasi AI global. Ini menunjukkan tekad Washington untuk mengejar setiap kemungkinan jalur pasokan, di mana pun lokasinya. Bagi negara-negara seperti Malaysia dan Singapura, aturan baru ini memberikan tekanan diplomatik yang lebih besar karena mereka harus menyeimbangkan antara menarik investasi China dan mematuhi kontrol ekspor AS.

Ke depan, China kemungkinan akan semakin mempercepat upaya pengembangan chip AI buatan dalam negeri, berusaha untuk mencapai kemandirian. Peristiwa ini juga menjadi pelajaran penting bahwa dalam ekonomi global yang sangat terhubung, kontrol ekspor teknologi tinggi tidak dapat berjalan efektif tanpa koordinasi multilateral. Sorotan kini beralih pada seberapa cepat China dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Nvidia dan AMD, dan seberapa besar kerusakan yang telah terjadi selama celah hukum berusia satu tahun itu dibiarkan terbuka.


Internal Link (minimal 5):

“Wall Street reli AI cetak rekor tiga indeks” — /ekonomi-global/wall-street-reli-ai-cetak-rekor-nasdaq-sp-dow/
“sepuluh besar kapitalisasi AS dikuasai AI dan teknologi” — /ekonomi-global/sepuluh-besar-kapitalisasi-as-dikuasai-ai-teknologi-2026/
“harga minyak Juni 2026 sentuh USD126” — /ekonomi-global/harga-minyak-juni-2026-opec-tambah-produksi/
“jenderal AS sebut militer China setara ancaman terbesar” — /geopolitik/ancaman-terbesar-china-militer-setara-as-2026/
“China desak hubungan stabil usai AS soroti penumpukan militer” — /geopolitik/china-desak-hubungan-stabil-sorotan-militer-as-shangri-la-2026/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *